Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN



    Sebagai Ibukota Kewedanan Sidenreng Rappang masa lalu, Kota Rappang sudah tentu diperlengkapi dengan sarana perkantoran dan fasilitas umum seperti rumah sakit, Masjid Raya, Gedung Masyarakat, Terminal, Pasar Sentral, Lapangan Olahraga dan lain-lainnya serta ketersediaan ruang publik seperti diantaranya alun-alun.
    Khususnya untuk ruang publik, yang mana menurut cerita yang menjadi alun-alun Kota Rappang dulu adalah Lapangan Murni atau tempat pertama kalinya dinaikkan bendera Merah-Putih di Rappang oleh pemuda Rappang yang dipimpin Oesman Balo dan sekarang ini menjadi lokasi Monumen Bambu Runcing. 
    Adapun penamaan Lapangan Murni menurut riwayat diberikan oleh Presiden Soekarno saat berkunjung ke Kota Rappang pada Hari Kamis Tanggal 5 Pebruari 1953 guna menghadiri Rapat Akbar di Lapangan Murni tersebut dalam rangka menggelorakan semangat rakyat dalam rangka mempertahankan Kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. 
    Kemudian sebagai tanda pujian dan penghormatan atas keberanian dan perlawanan orang Sidenreng Rappang melawan penjajahan dengan bambu runcing, maka Sang Proklamator pun menggoreskan sejarah keberadaannya di Ibukota Rappang dengan menandatangani prasasti pengresmian Tugu Kemerdekaan di tengah-tengah Lapangan Murni tersebut, yang sayang sekali telah diruntuhkan dan digantikan dengan Monumen Bambu Runcing. Termasuk perhatian Bung Karno dengan memberikan nama kedua lapangan yang ada di Rappang yaitu Lapangan MURNI sebagai akronim Merdeka Untuk Rakyat Negeri Indonesia yang sekarang jadi Lokasi Monumen Bambu Runcing Rappang dan Lapangan GUNTUR sebagai akronim dari Gunakanlah Tenagamu Untuk Rakyat yang sekarang jadi Lapangan Olahraga Andi Cammi.
    Selanjutnya sejarahpun mencatat bila Legenda Persepakbolaan Indonesia khususnya Sulawesi Selatan Anwar Ramang yang berjaya di tahun 60an pernah datang bertanding di Lapangan GUNTUR, dan sempat meninggalkan jejak memori dengan mematahkan balok portal gawang sebelah selatan akibat tendangan kerasnya. Bahkan puluhan tahun "kenang-kenangan" Anwar Ramang itu tersaksikan dengan balutan besi plat tipis pada ring balok gawang sebelah selatan, yang kemudian  diganti dengan gawang balok besi sebagaimana sekarang ini.
    Lapangan Guntur juga menyimpan banyak kenangan karena selain berfungsi sebagai lapangan sepakbola, juga jadi ruang publik sebagai tempat dilakukan berbagai kegiatan diantaranya, tempat upacara dan perayaan tujubelas Agustusan, musabaqoh Tilawatil Quran, pemutaran film layar tancap, pesta panen, pasar malam, kampanye akbar, jambore, dan lainnya termasuk secara rutin sebagai tempat penyelenggaraan Shalat Ied untuk wilayah Rappang dan sekitarnya.
    Keberadaannya secara multi fungsi tersebut membuat Lapangan Andi Cammi menjadi sarana umum yang vital atau paling pokok sejak dari dulu hingga sekarang. 
    Sehingga sangat disayangkan melihat kondisinya yang tidak terurus saat ini, bahkan sudah dua tahun lebih tidak termanfaatkan terutama untuk kegiatan persepakbolaan, apalagi untuk pelaksanaan Shalat Ied.
    Oleh karena itu diharapkan adanya perhatian Pemda Sidrap, khususnya Pemerintah Kecamatan Panca Rijang sebagai pemegang kuasa pengelolaan untuk menata kembali lapangan kebanggaan orang Rappang tersebut yang memiliki nilai sejarah dan multi fungsi sebagai ruang publik, sekaligus untuk perawatan ruang terbuka sebagai pendukung sirkulasi udara bersih yang sejatinya memberikan kesegaran dan kenyamanan  bagi masyarakat.
   Dalam hal ini perlunya renovasi lapangan agar layak ditempati bermain sepakbola dan perbaikan  sentel ban untuk memfasilitasi aktifitas joging yang semakin ramai di pagi hari. Apalagi sudah ada lampu yang mengelilingi lapangan yang memberi penerangan dan menghiasi wajah Kota Rappang pada malam hari. 
   Dan sekedar informasi bahwa selain Lapangan Andi Cammi dan Lokasi Monumen Bambu Runcing Rappang, masih ada beberapa ruang publik di Rappang yang mana seandainya ditata dengan baik berdasarkan nilai-nilai budaya yang ada sudah tentu akan menampilkan wajah Rappang yang elegan, yaitu ; Ex Terminal Rappang (Kandangnge), Ex Pasar Sentral Rappang (sdh jadi sport center), Lapangan Sepakbola depan SMAN 4 Sidrap di Rappang dan Lokasi Gedung Masyarakat Rappang atau Lokasi Panggung Terbuka Rappang. (*) 
By Andi Damis

Komentar

  1. Layak n patut mendapatkan apresiasi, ide, gagasan, pandangan serta saran kita ini Andi Damis nanda, dari berbagai stakeholder.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iye Etta, saya hanya prihatin pada ruang publik di Rappang yang tidak terurus. Padahal diantaranya ada yang punya nilai sejarah, seperti lapangan Murni dan lapangan Andi Cammi. Terima kasih banyak responta.

      Hapus
  2. Butuh perhatian serius bupati sidrap untuk menghidupkan kembali lapangan yang sangat punya arti bersejarah buat kota sidrap dan kalau perlu lagi kita tonjolkan persepakbolaan khusus dari kota sidrap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat diharapkan adanya perhatian serius dari Pemda Sidrap khususnya Pemerintah Kecamatan Panca Rijang untuk membenahi atau menata kembali ruang publik di Rappang, terkhusus Lapangan Andi Cammi dan Lokasi Monumen Bambu Runcing, agar dapat menjadi open space yang sehat dan menyegarkan.

      Hapus
  3. Perlu perhatian khusus Lapangan Andi Cammi & Monumen Andi Cammi sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai2 perjuangan pahlawan kita, kini semakin semrawut dan jorok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iye, bahkan sudah hampir 3 tahun tidak termanfaatkan, sehingga keadaannya semakin memprihatinkan, terlebih lagi mandeknya pembinaan olah raga bagi kalangan remaja dan generasi muda khususnya sepakbola. Terima kasih banyak hadirnya di postingan ini.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Historis : Lapatau Matanna Tikka