BELAJAR DARI SEBATANG LIDI



          Sebatang lidi mungkin begitu lemah dan begitu gampangnya kita patahkan. Tapi kalau sudah seikat lidi atau setelah jadi sapu lidi, maka akan menjadi kuat, dan tidak gampang lagi dipatahkan dengan tangan. Bahkan disamping semakin kuat setelah bersatu atau disatukan, sapu lidi juga memberi manfaat yang begitu luar biasa, sebagai alat kebersihan. Digunakan untuk menyapu halaman rumah atau kantor, dan jalanan yang dipenuhi sampah berserakan. Digunakan untuk menghalau sarang nyamuk, yang sering bertengger pada dinding rumah. Dan banyak lagi kegunaan sapu lidi, bagi manusia.
          Setidaknya pelajaran yang dapat dipetik dari filosofi sapu lidi, yaitu persatuan menjadikan kita kuat dan memberi manfaat yang lebih banyak. Bahwa perlu bagi kita untuk senantiasa berusaha untuk menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Karena melalui persatuan tersebut, kehidupan bermasyarakat akan menjadi teguh dalam menangkal segala bentuk ancaman instabilitas sosial. Melalui persatuan pula, kehidupan bermasyarakat akan semakin bermutu dan produktif,  yang mana pada gilirannya akan semakin meningkatkan taraf hidup anggota masyarakat itu sendiri.
           Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, kata pepatah lamanya.  Seperti halnya sapu lidi, maka ikatan persatuan yang dilandasi semangat persaudaraan sebagai sesama muslim dengan mengembangkan ukhuwah Islamiyah, akan mencegah berkembangnya faham-faham atheism, komunisme, marxisme, leninisme, sekularisme, dan pendangkalan agama, yang berpotensi merusak sendi-sendi beragama.
          Begitupula dengan ikatan persatuan yang dilandasi semangat persaudaraan sebagai sesama manusia dengan mengembangkan ukhuwah insaniyah, akan mencegah dan menentang berkembangnya neo-feodalisme, faham-faham yang melecehkan martabat manusia, proses dehumanisasi, diskriminasi dan budaya kekerasan, yang berpotensi merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
          Selanjutnya dengan ikatan persatuan yang dilandasi semangat persaudaraan sebagai sesama bangsa Indonesia dengan mengembangkan ukhuwah wathaniyah, akan mencegah dan menentang proses desintegrasi, perpecahan dan konflik sosial yang membahayakan keutuhan  bangsa Indonesia yang berbhineka tunggal ika dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
          Dalam pergaulan internasional, ketiga ikatan persatuan itu semestinya menjadi pengerat hubungan antara bangsa-bangsa yang ada di dunia ini, sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Memiliki jagad raya ini.  Setidak-tidaknya keeratan itu, tetap terjaga dari kesadaran terhadap adanya ikatan persaudaraan sebagai sesama muslim. Sehingga dengan demikian dapat dicegah terjadinya permusuhan antara sesama bangsa yang beragama Islam. 
          Rasulullah SAW, bersabda, “Berjama’ah (bersatu) adalah rahmat sedangkan berpecah-belah adalah adzab”.
          Yang mulia Nabi SAW, juga bersabda; Sesungguhnya Allâh meridhai kalian dalam tiga perkara dan membenci kalian dalam tiga perkara. Dia meridhai kalian jika kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai berai dan memberi nasehat kepada ulil amri  yang mengurus urusan kalian. Dan Allah membenci kalian dalam tiga perkara, yaitu banyak bicara, menyia-nyiakan harta, dan banyak bertanya”. 
         Sebagaimana halnya sapu lidi, persatuan ummat Islam sedunia, tidak hanya penting dieratkan demi menguatkan barisan guna mencegah timbulnya perpecahan di dalamnya, namun yang tak kalah pentingnya, bahwa melalui keeratan hubungan persaudaraan itu, akan semakin menyemarakkan ketauhidan. Semakin mengencangkan persatuan akidah. Pembersihan segala bentuk faham-faham yang menyesatkan, yang bisa menggiring umat kepada perbuatan musyrik atau mempersekutukan Tuhan. Memurnikan kalimat “Laailaaha illallah muhammadarrasulullah”. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. “Sesunggunya aku tinggalkan kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti keduanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, itulah Al-Qur’an dan Sunnahku”.
          Seringkali kita lengah dalam menyikapi persaudaran kita sebagai sesama muslim atau sesama umat Nabi Muhammad SAW. hanya karena perbedaan “pilihan”, seperti karena berbeda mashab, berbeda ormas, berbeda partai, atau berbeda dukungan dan pendapat pada masalah dunia. Sehingga membuat persaudaraan kemusliman jadi renggang, jadi terkotak-kotak. Padahal perbedaan bukanlah halangan untuk bisa tetap bersatu, dalam satu tali genggaman yang begitu kuat, yaitu tali Allah SWT. sebagaimana firmanNya; “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allâh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allâh kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allâh mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allâh menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allâh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali Imran:103).
          Sebagaiman halnya lidi yang menjadi kuat karena terikat persatuan, maka begitupulalah kuatnya umat Islam bila menjaga persatuan dalam ikatan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Sebagaimana Nabi SAW. mempersatukan kaum muhajirin dan Anshar, sehingga memilki suatu komunitas dan budaya serta peradabannya sendiri, yang sangat tinggi, hingga dewasa ini. Selanjutnya persatuan seiman itu, menjadi suatu kekuatan yang sangat diperhitungkan oleh musuh, bahkan memenangkan hampir semua peperangan melawan kaum kafir.
          Oleh karena itu, dalam rangka membentengi segala bentuk pengaruh negatif yang diakibatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang semakin pesat di era milenial saat ini, yang ditandai semakin canggihnya sarana informasi dan komunikasi,  umat Islam sedunia perlu merapatkan shaf dalam barisan berjamaah, dengan mengkhusukkan perhatian pada upaya-upaya yang dapat menyesatkan dan mengakibatkan perpecahan. Sangat dibutuhkan kelapangan dada, dan kesabaran serta prasangka baik, dalam menyikapi setiap penemona perbedaan pendapat yang mungkin tiba-tiba muncul di saat-saat tertentu pada suatu moment yang bersifat spontan atau temporer. Sehingga harus menahan diri dari sifat menghakimi saudara sendiri, menyalahkan, mengolok-olok, dan menjelek-jelekkan, Tanpa terlebih dahulu memastikan kebenaran dari data kesalahan yang dilamatkan kepadanya. Karena betapa tidak sedikitnya, berita bohong atau hoax, yang dilayangkan melalui media sosial, yang cenderung mengadu-domba, yang semestinya difilteri dengan semangat menjaga persatuan umat Islam.
          Allah SWT. berfirman : “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allâh, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar-Rum: 31-32). 
          Betapa indahnya kebersamaan dalam persatuan iman. Karena Islam itu indah. Menyuruh umatnya berbuat kebajikan. Mengangkat derajat kaum perempuan. Mewajibkan memberikan maaf. Menjanjikan kemudahan reski dan panjang umur bagi yang menghidupkan silaturahim. Menyeruh untuk saling mengasihi, dan tolong menolong dalam perbuatan kebaikan dan taqwa serta menebarkan salam untuk kedamaian dan kesejahteraan bersama. Tidak membebani seseorang, kecuali dengan kesanggupan yang dimilikinya. Dan menjadi rahmat bagi sekalian alam.
          Senantiasa menyebarkan nilai-nilai kebajikan, dalam melakoni pergaulan hidup sehari-hari di tengah-tengah masyarakat, yang pluralistik, merupakan perwujudan dari pengamalan budi-pekerti yang telah dituntunkan oleh Rasulullah SAW. sebagai suri teladan sempurna untuk kesempurnaan akhlak manusia. Dari pada kebajikan itu, akan terpancar keihlasan dan ketulusan, yang akan mengharmonisasi kedamaian  menjalin persaudaraan dalam ikatan persatuan, berdasarkan semangat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathaniyah. Sebagaimana Firman Allah SWT. : "Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh  Allah beserta orang-orang sabar."  (QS. Al-Anfal: 46).
          Begitu pentingnya memelihara persaudaraan dalam Islam, sehingga Nabi SAW. bersabda; “Tidak akan beriman sesorang hamba sampai ia cinta terhadap saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.”. Kemudian Allah SWT. berfirman; “Sesungguhnya orang-orang mukmin  itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10). 
          Akhirnya, untuk masa depan Islam yang lebih berkemajuan dalam peradaban milenial, mari kita saling mencintai saudara seiman kita, saling mengasihi karena Allah, saling mendoakan keselamatan saudara seakidah kita, dimanapun mereka berada, dan bagaimanapun bentuk kehidupan mereka. Karena Allah SWT. sendiri  Maha Rahiim, tak membeda-bedakan hambanya, apalagi kita sebagai sama-sama hamba. Karena saling mencitai dalam ikatan persaudaran adalah pelita persatuan. 
           Imam Muslim meriwayatkan satu hadits yang begitu elok untuk menghidupkan nilai-nilai persaudaran kita sebagai sesama muslim, dari penuturan Abu Hurairah r.a. Baginda Nabi SAW. bersabda; “Demi Allah, yang dalam genggamanNya jiwaku berada, kalian tidak dapat masuk surga kecuali dalam keadaan beriman. Dan kalian dianggap belum beriman kecuali jika kalian saling mengasihi. Maukah kalian aku beri tahu suatu perkara yang apabila kalian lakukan, bisa membuat kalian saling mengasihi? Sebarkan salam diantara kalian”. 
          Ucapan salam menjadi simbol bagi umat Islam untuk saling berdamai dalam kesejahteraan, Adapun filosofi menyebarkan salam, adalah tuntunan untuk saling mendoakan dan tidak saling membenci. Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu. Semoga keselamatan dan rahmat Allah, serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian.
          Karena ibarat sebatang lidi, kita hanya bisa kuat bila bersatu dalam satu ikatan persaudaran sebagai sesama pengikut Rasulullah SAW. yang hanya berpedoman pada petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah. (andi damis)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka