DAYA PIKAT KAFE MOJOK (Study Evaluasi Analisa SWOT)



          Menjamurnya warung kopi atau biasa disingkat warkop atau lazim dikenal Café atau Kafe, telah menjadi pesona tersendiri di setiap kota. Kehadiran tempat mangkal ini, seakan menawarkan suatu bentuk referesing yang  simpel  dan praktis. Keberadaannyapun diminati semua kalangan dan segenap komunitas. 
         Kafe adalah tempat dimana orang dapat menikmati suasana yang nyaman, sambil menikmati hidangan ringan, guna melepas kepenatan dari aktifitas  rutin yang biasa menjenuhkan. Kafe pada umumnya dikonstruksi  dengan ruang terbuka, sehingga udara leluasa keluar masuk, begitupula pandangan lepas tanpa terhalang sekat dinding. Kafe biasanya  didukung ornamen dekorasi ruang yang eksotik dengan suguhan musik instrumentalia yang mengalun indah. 
         Karena semakin diminati warga masyarakat, sehingga keberadaan kafe telah menjadi fenomena dan gaya hidup serta tren dimana-mana, terutama sekali bagi kelangan muda atau yang berjiwa muda. Dari sini peluang untuk mendapatkan keuntungan dan omset besar melalui bisnis kafe sangat terbuka lebar.
         Namun demikian, namanya juga usaha atau bisnis, meski peluang dan kesempatannya besar, tetap harus dijalankan dengan strategi dan taktik yang jitu agar menarik hati para peminat kafe atau pengunjung.  Apalagi bila modal yang  dialokasikan dalam menggeluti bisnis ini terbilang kecil, sudah tentu diperlukan kiat-kiat pengelolaan yang strategik.
          Menyikapi maraknya usaha kafe saat ini, khususnya di Bumi Nene’ Mallomo atau Kabupaten Sidrap, maka pengelola perlu melakukan inovasi, sehingga bisa tetap eksis menjalankan usaha ini, bahkan harus berobsesi  lebih dikembangkan di masa-masa akan datang. Oleh karena itu pengelola cafe penting melakukan evaluasi usaha melalui  suatu analisis situasi dan konsisi yang bersifat deskriptif, berdasarkan implementasi analis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threats) secara sederhana.
Pengertaian Analisa SWOT
         Analisa SWOT adalah suatu bentuk analisis yang digunakan oleh manajemen perusahaan atau organisasi yang sistimatis dan dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai  tujuan perusahaan atau organisasi tersebut, baik tujuan jangka pendek terlebih tujuan jangka panjang.
          Analisa SWOT juga diartikan sebagai sebuah analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (gambaran) tentang sebuah perusahaan atau organisasi. Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor yang dijadikan masukan, dan kemudian masukan tersebut dikelompokkan sesuai kontribusinya masing-masing.
          Suatu hal yang perlu diperhatikan bagi pengguna analisa ini, bahwa analisa SWOT semata-mata hanya digunakan sebagai suatu analisa saja, yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi suatu perusahaan atau organisasi. Analisa SWOT bukan sebuah alat yang mampu memberikan jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi.
         Menurut Philip Koller & Gery Amstrong (2008:64) analisis SWOT adalah penilaian menyeluruh terhadap kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) suatu perusahaan. Analisis ini diperlukan untuk menentukan beberapa strategi yang ada diperusahaan. 
         Menurut Jogiyanto (2005;46) SWOT digunakan untuk menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan kesempatan-kesempatan eksternal dan tantangan-tantangan yang dihadapi.
         Menurt Fred R.David (2008:8) semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan dalam area fungsional bisnis. Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau sama lemahnya dalam semua area bisnis.
         Kekuatan/kelemahan internal, digabungkan dengan peluang/ancaman dari eksternal dan pernyataan misi yang jelas, menjadi dasar untuk penetapan tujuan dan strategi. Tujuan dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan.
         Berikut ini merupakan penjelasan analisis SWOT, menurut David :
Kekuatan  (Strenghts)
         Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keunggulan-keunggulan lain yang berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. Kekuatan adalah kompetisi khusus yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar.
Kelemahan (Weakness)
         Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan, dan kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan. Keterbatasan tersebut dapat berupa fasilitas, sumber daya keuangan, kemampuan manajemen dan keterampilan pemasaran dapat merupakan sumber dari kelemahan perusahaan.
Peluang (Opportunities)
         Peluang adalah  situasi penting yang menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecenderungan-kecenderungan  penting merupakan salah satu sumber peluang, seperti perubahan teknologi dan meningkatnya hubungan antara perusahaan dengan pembeli atau pemasok merupakan gambaran peluang bagi perusahaan.
Ancaman (Threats)
         Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan. Adanya peraturan-peraturan pemerintah yang baru atau yang direvisi dapat merupakan ancaman bagi kesuksesan perusahaan.
Fungsi Analisa SWOT
         Menurut Ferrel dan Harline (2005) fungsi dari Analisis SWOT adalah untuk mendapatkan informasi dari analisis situasi dan memisahkannya dalam pokok persoalan internal (kekuatan dan kelemahan) dan pokok persoalan eksternal (peluang dan ancaman).
         Analisis SWOT tersebut akan menjelaskan apakah informasi tersebut berindikasi sesuatu yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya atau memberikan indikasi bahwa terdapat rintangan yang harus dihadapi atau diminimalkan untuk memenuhi pemasukan yang diinginkan.
         Analisis SWOT dapat digunakan dengan berbagai cara untuk meningkatkan analisis dalam usaha penetapan strategi. Umumnya yang sering digunakan adalah sebagai kerangka/panduan sistematis dalam diskusi untuk membahas kondisi alternatif dasar yang mungkin menjadi pertimbangan perusahaan.
Penjelasan Analisis SWOT yaitu :
         Strenght (S) yaitu analisis kekuatan, sutuasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Yang perlu dilakukan didalam analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan dibandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul didalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat dimanfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju.
          Weaknesses (W) yaitu anlisis kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan didalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.
          Opportunity (O) yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang dimasa yang akan datang.
        Threats (T) yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan atau organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera diatasi, ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang.
Pemanfaatan Analisa SWOT Pada Usaha Kafe Mojok (Suatu contoh study kasus)
          Seperti halnya dengan “Kafe Mojok”, yang terletak cukup strategis di tengah-tengah kota, setiap hari terlihat banyak dikunjungi orang dari berbagi lapisan masyarakat. Suasana ruangan yang dirancang eksotik dan tempat parkir yang luas, menjadi penunjang utama keberadaan kafe ini. Begitupula menu yang ditawarkan, cukup bervariasi dari berbagai jenis kue, gorengan dan aneka jus buah, serta menu pokok kopi panas dengan berbagai aroma.
         Bagaimana prosfektif usaha “Kafe Mojok” ini?, mari kita mencoba meneropongnya melalui kacamata analisis SWOT, sebagai berikut”.
Strenght (Kekuatan)
a. Harga menu yang ditawarkan lebih murah.
b.Tempat parkir yang luas.
c.Terletak di jantung kota.
d. Dilengkapi fasilitas TV Kabel dan WIFI.
e. Menyediakan aneka jus dari buah segar atau bebas bahan pengawet.
Weakness (Kelemahan)
a. Modal minim, sedangkan dana yang dibutuhkan untuk pengadaan sarana dan prasarana cukup besar.
b.Tenaga kerja masih kurang.
c. Fasilitas tempat duduk/meja masih terbatas.
Opportunity (Peluang)
a. Lokasi/tempat digemari pengunjung, khususnya anak muda yang suka nongkrong.
b. Penomena kafe lagi tren atau diminati kalangan masyarakat.
Threats (Ancaman)
a. Banyak pesaing.
b. Kenaikan harga bahan pokok.
          Bagaimana agar Strenght (kekuatan) mampu menghadapi Threats (ancaman). Pihak pengelola “Kafe Mojok” sudah tepat menyiapkan falitas Wifi dan TV Kabel, sehingga pelanggan bisa merasa betah dan nyaman serta tertarik untuk selalu datang berkunjung. Selanjutnya perlu inovasi pada menu yang ditawarkan, guna menyikapi kenaikan harga bahan pokok, misalnya dengan merubah kemasan menjadi lebih eksklusif, hal ini guna menyiasati volume porsi penyajian.
         Bagaimana cara menyikapi Weakness (kelemahan) agar tidak mengurangi keuntungan dari oppotunity (peluang). Pihak pengelola “Kafe Mojok” perlu memikirkan untuk memperluas area hidangan dengan memanfaatkan sebagian halaman parkir guna membuat tenda payung yang diberi fasilitas tempat duduk/meja, guna menampung lebih banyak pengunjung. Bahkan model terbuka seperti ini lebih digemari anak muda, dari pada berada dalam ruangan.
          Cara lain yang dapat dilakukan dalam rangka mengantisipasi kelemahan, sehingga menjadi keuntungan adalah menyelenggarakan event-event praktis, seperti acara nonton bareng (seperti; sepakbola, tinju, film, dsb) atau adanya discount akhir pekan dan lainnya yang dapat menarik perhatian pengunjung.
         Usaha kafe memang berbeda dengan warung kopi biasa atau yang umum dikenal warung kentaki (kelihatan kaki sedikit), dimana konsep dining (makan) dan entertaining (hiburan) merupakan ciri khas yang melekat padanya.  Kafe bukan sekedar tempat makan atau minum kopi, tapi telah diposisikan sebagai tempat bersosialisasi. Kafe juga lebih pada menawarkan “suasana” nyaman. Oleh karena itu, pada banyak pengunjung kafe, hampir semua bertahan duduk lama menikmati suasana hiburan, sambil minum-minum dan ngobrol. 
          Bahwa analisis SWOT dapat membantu pengelola perusahaan, dalam hal ini usaha “Kafe Mojok”, mengetahui situasi dan kondisi yang terjadi pada usaha yang dikelolanya, baik secara internal (kekuatan dan kelemahan) maupun secara eksternal (peluang dan ancaman). Sehingga dengan mengetahui situasi dan kondisi internal dan eksternal tersebut, pihak pengelola “Kafe Mojok”, dapat menyikapinya secara antisipatif, agar bisa tetap eksis ditengah-tengah persaingan.
          Disarankan, supaya pihak pengelola “Kafe Mojok”, begitu usaha-uasaha lainnya, senantiasa menjadikan analisis SWOT sebagai sarana evaluasi usaha, guna menata pengembangan dimasa mendatang yang lebih kompetitif, khususnya dalam rangka mengurangi ancaman dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. (Andi Damis)

Daftar Pustaka :
-- Nilasari Senja. 2014. Manajemen Strategi itu Gampang. Jakarta: Dunia Cerdas 
-- Nurman. 2015. Strategi Pembangunan Daerah, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada
-- Mulyadi Deddy dkk. 2016. Administrasi Publik Untuk Pelayanan Publik. Bandung: Penerbit Alfabeta Bandung
-- Poerwadarminta W.J.S. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka
-- Solihin Ismail. 2012. Manajemen Strategik. Jakarta: Penerbit Erlangga
-- Terry, George R. 2009. Prinsip-Prinsip Manajemen, Terjemahan. Jakarta: PT. Bumi Aksara
-- Thoha Miftah. 2015. Kepemimpinan Dalam Manajemen. Jakarta: PT.Raja Grafindo    Persada
-- Siagian Sondang P. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara
-- Vincent Gaspetrs, Perencanaan Strategik Sektor Publik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka