Refleksi : Di RuMaH SaJa



          Jadikanlah rumahmu sebagai surgamu, kata orang bijak. Karena rumah kita adalah tempat yang paling banyak menawarkan rasa nyaman. Itulah sebabnya budaya leluhur orang Bugis amat memprioritaskan mabbola (punya rumah) utamanya bagi mereka yang sudah berkeluarga.
          Punya rumah sendiri menjadi impian banyak orang yang belum memilikinya. Karena punya rumah sendiri artinya memiliki otoritas untuk mengatur diri sendiri secara merdeka. Begitu pula aturan main didalamnya, menjadi kewenangan sepenuhnya pada pemilikmya.
          Menjadikan rumah sebagai surga, sudah tentu berkondisi pada terciptanya suasana nyaman didalamnya disebabkan harmonisasi yang terjalin mesra para penghuninya, terutama jalinan kasih allaibenengengnge (pasutri). Dan takkalah pentingnya adalah nuansa keagaman yang senatiasa terpancar menghiasi aktifitas kerumahtanggaan sehari-hari.

Bercanda dengan mantan pacar

          Kebahagian itu sangat murah, lanjut orang bijak, luangkan waktu tinggal di rumah bercanda dengan isteri dan bermain dengan anak-anak serta ikhlas dan bersyukur menerima apa adanya reski dari Tuhan, sebagai nikmat terbaik dariNya. Karena nikmat manalagi yang kamu dustakan. Oleh karena kasih sayang Allah SWT. kepada hambanya melebihi kesabaran dan kesyukuran kita sebagai manusia.
          Maka jadikanlah rumahmu sebagai surgamu, karena titik pusat kebahagiaan kehidupanmu di dunia ini ada disana. Karena sejauh manapun langkah diayungkan, titik baliknya adalah kerinduan untuk kembali ke rumah.
          Jadi bukan disebabkan pandemi corona saja sehingga harus di rumah saja, tapi semestinya memang rumah dijadikan tempat paling tepat untuk merasakan kenyamanan dan keamanan. Karena suasana bahagia yang terjalin mesra dalam rumah akan menciptakan suasana sehat dan tentram serta aman dalam kedamaian.
          Semoga wabah corona segera berlalu dan kita tatap menjadikan rumah sebagai tempat yang selalu membuat kita bahagia. Karena di rumah saja artinya jadikanlah rumahmu sebagai surgamu. Wallahu A'lam Bishawab. 

(Goresan pena Andi Damis)

                                                               Bersama dua bidadariku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka