Pesan Leluhur : "AGATOKKA KASI URISENGE......"
Agatokka kasi urisenge, tebbu tonrong salo kemmena pajinna.
(Apajuga ku dikenang, tebu di seberang sungai hambarnya amat menjemukan).
Maksudnya, bahwa dalam hidup yang penuh kesederhanaan, memang terkadang terasa bila tidak ada yang pantas untuk dipuji dan dikenang, karena ibarat tebu tidak ada manis-manisnya. Tapi justru itu lebih baik dari pada selalu merasa paling plus atau berjasa dan layak mendapat pujian serta pantas selalu dikenang. Petuah leluhur ini menasehatkan pentingnya bersikap merendah dalam pergaulan, dan senantiasa menghindari tabiat pongah dan memuji diri. Karena apa juga yang mau disombongkan, ketika kita menyadari bila semua hanya milik Tuhan Yang Maha Pencipta. Semua berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya.
Komentar
Posting Komentar