Refleksi: POLO PANG POLO PANNI



Oleh Andi Damis 
       
         Kepatuhan dan kesetiaan dalam budaya  masyarakat Bugis menjadi karakter yang senantiasa terjaga dari generasi ke generasi. Hal itu ditunjukkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti dalam menjalani hubungan persahabatan atau pertemanan, menjadi bagian dari suatu perkumpulan atau kelompok, mengaktifkan diri dalam suatu kegiatan, atau sebagai anggota dari suatu kesatuan.
         Kepatuhan dan kesetiaan  bagi orang Bugis adalah nilai kepribadian yang menjunjung nilai-nilai kemanusian berupa penghargaan pada orang lain dan pada komitmen yang terbangun dari suatu perhubungan. Oleh karena itu setiap janji yang diikrarkan harus dipatuhi hingga akhir hayat. Dan pengkhianatan terhadap komitmen, merupakan aib yang harus ditanggung secara turun-temurun. 
         Ungkapan naonri ada-adanna, merupakan satu bentuk dari implementasi kepatuhan dan loyalitas tersebut. Oleh karena itu dalam budaya masyarakat Bugis dulu dikenal istilah polo pang polo panni yang dimaksudkan walaupun harus patah paha dan sayap demi mematuhi serta setia pada komitmen atau ikrar yang telah dilafaskan. Adapun penggambaran patah paha dan patah sayap, mengindikasikan jikalau pekerjaan itu diluar kemampuannya dan berisiko, namun karena demi persahabatan atau perintah pemimpin, maka wajib dilaksanakan dengan penuh rasa tanggungjawab.
         Dalam kehidupan bermasyarakat atau berpemerintahan, masalah kepatuhan dan kesetiaan ini terangkai amat elegan dalam ungkapan polo pang polo panni narekko elo ajjoareng teppeddingngi tenripogau, yang diartikan walaupun harus patah paha dan patah sayap, jika perintah pemimpin pantang untuk tidak dilakukan. Adapun maksudnya bahwa dalam hidup bersosial, berorganisasi, bermasyarakat atau berbangsa dan bernegara, maka kepatuhan pada pemimpin atau pemerintah selayaknya tetap ditunjukkan dengan melaksanakan setiap kebijakannya. Bahkan loyalitas anggota pada pemimpinnya menjadi barometer keberlangsungan kepemimpinan tersebut secara baik. 

(Andi Damis, adalah pemerhati budaya leluhur)***

Komentar

  1. Balasan
    1. Terima kasih telah mengikuti blog ini, semoga bermanfaat.

      Hapus
  2. Smg Allah SWT selalu memberikan petunjuk dlm menggali budaya / pepatah BUGIS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin YRA. Terimakasih doanya, dan semoga semuanya dilancarkan oleh Allah SWT.

      Hapus
  3. Bagiku sangat bermanfaat banyak makna dapat tersimak dan implementasikan dalam dunia bisnis (bisnis kami adl kemitraan & saling percaya)

    Dalam organisasi PPLI, sebagai suku perantau dan satu² nya mendapat kepercayaan sebagai ketua pembina DPP PPLI (sdh berizin sah sbg organisasi profesi) inilah yg mendasari semua hidup dan kehidupan apapun adl Tanggung Jawab.

    Trm ksh pencerahan nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, semoga pesan-pesan leluhur senantiasa mencerahkan segenap aktifitas kita sehari-hari. Dan begitu banyak mutiara pesan itu yang belum tergali dan terungkapkan. Terima kasih telah hadir di postingan ini.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka