Refleksi : MEMOTRET PESONA UMS RAPPANG



Oleh Andi Damis Dadda

                 Universitas merupakan perguruan atau institusi pendidikan tinggi, yang menjadi pintu gerbang bagi anak negeri memasuki dunia pencerahan berbagai aspek keilmuan melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu universitas sebagai wajah utama perguruan tingggi, merupakan lembaga paling modern dan pembaharuan  serta sebagai tempat nyata lahirnya para intelektual.

            Ada empat pengertian atau konsep tentang hakikat perguruan tinggi menurut Barnett, yaitu, pertama, Perguruan tinggi sebagai penghasil tenaga kerja yang bermutu (qualified manpower). Dalam pengertian ini pendidikan tinggi merupakan suatu proses dan mahasiswa dianggap sebagai keluaran (out put) yang mempunyai nilai atau harga (value) dalam pasaran kerja, dan keberhasilan itu diukur dengan tingkat penyerapan lulusan dalam masyarakat (employment rate) dan kadang-kadang diukur juga dengan tingkat penghasilan yang mereka peroleh dalam kariernya. Kedua, Perguruan tinggi sebagai lembaga pelatihan bagi karier peneliti. Mutu perguruan tinggi ditentukan oleh penampilan/prestasi penelitian anggota staf. Ukuran masukan dan keluaran dihitung dengan jumlah staf yang mendapat hadiah/penghargaan dari hasil penelitiannya (baik ditingkat nasional maupun ditingkat internasional), atau jumlah dana yang diterima oleh staf dan atau oleh lembaganya untuk kegiatan penelitian, ataupun jumlah publikasi ilmiah yang diterbitkan dalam majalah yang diakui oleh pakar sejawat. Ketiga, Perguruan tinggi sebagai organisasi pengelola pendidikan yang efisien. Dalam pengertian ini perguruan tinggi dianggap baik jika dengan sumber daya dan dana yang tersedia, jumlah mahasiswa yang lewat proses pendidikannya (throughput) semakin besar. Keempat, Perguruan tinggi sebagai upaya memperluas dan mempertinggi pengkayaan kehidupan. Indikator sukses kelembagaan terletak pada cepatnya pertumbuhan jumlah mahasiswa dan variasi jenis program yang ditawarkan. Rasio masiswa-dosen yang besar dan satuan biaya pendidikan setiap mahasiswa yang rendah juga dipandang sebagai ukuran keberhasilan perguruan tinggi.

            Pendirian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang atau UMS Rappang, sudah tentu merupakan gagasan inovatif dan obsesif yang dilandasi kerangka pemikiran sebagaimana diungkap Barnertt. Setidak-tidaknya gagasan tersebut diprediksikan dalam rangka menjawab tantangan memajukan sumber daya manusia pembangunan, khususnya di daerah. Sehingga kehadiran universitas pertama yang  berdiri di Kabupaten  Sidrap ini, tentu saja tidak hanya akan semakin mengokohkan pilar keunggulan persyarikatan Muhammadiyah dibidang pendidikan, tetapi diharapkan pula menjadi mercusuar di kabupaten berjuluk lumbung pangan nasional tersebut, agar dapat mengakselerasi perkembangan daerah menyongsong era milenial yang ditandai  semakin pesatnya perkembangan teknologi.

Kampus UMS Rappang

Keberadaan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, sebagai fusi dari Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Rappang dengan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Muhammadiyah Rappang, resmi berdiri pada hari Senin Tanggal 18 Pebruari 2019 sesuai surat Keputusan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No. 113/KPT/1/2019 serta memulai debut perdananya dengan membina  3 fakultas dan 11 program studi atau prodi, yaitu; 1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau FKIP (Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia S1, Prodi Bahasa Inggris S1,  Prodi Teknologi Pendidikan S1). 2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP (Prodi Administrasi Publik S1, Prodi Ilmu Pemerintahan S1, Prodi Magister Administrasi Publik S2. 3. Fakultas Sains dan Teknologi atau SAINTEK (Prodi Agro Teknologi  S1,  Prodi Agribisnis S1, Prodi Teknologi Hasil Pertanian S1, Prodi Peternakan S1, Prodi Perikanan S1).

            Khusus kehadiran fakultas eksakta yang mengelola Prodi Pertanian dan Perikanan diawal pendirian UMS Rappang, menjadi indikasi bila konsep perencanaan pembentukan universitas ini lebih jauh telah mempertimbangkan nilai-nilai tradisi dan budaya daerah setempat, yang turut membentuk atau mempengaruhi pola kehidupan dan karakter masyarakat Sidenreng Rappang dan sekitarnya, yang mana mayoritas mereka mengeluti sektor pertanian dan peternakan sebagai matapencaharian pokok. Pemikiran itu memang penting dikedepankan dalam upaya mensingkronisasikan tiga dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam konteks keterpaduan teori dan praktek di lapangan. Disamping itu kefavoritan fakultas eksakta berbasis agrocultur juga akan  memberikan efek signifikatif terhdap sebagian besar masyarakat agraris di Bumi Nene’ Mallomo ini, sehingga dapat merespon  kehadiran UMS Rappang sebagai pilihan utama dan tujuan prioritas untuk  meraih gelar sarjana.

            Eksistensitas Fakultas Sains dan Teknologi UMS Rappang juga nantinya menjadi tantangan tersendri, karena selayaknya ditunjang tenaga pengajar yang handal dengan fasilitas perkuliahan dan peraktek yang representatif, berhubung nilai promosi kedepannya sangat ditentukan dari nilai kompetisi  dan kompetensi pengelolaan pada awal pediriannya. 

            "Pendirian Fakultas Saintek memang diharapkan bisa memberikan penguatan pada keunggulan lokal yang dimiliki Kabupaten Sidenreng Rappang, yaitu bidang pertanian dan perikanan. Untuk itu telah digagas model kurikulum muatan lokal bertajuk TAPOJI, yang terimplementasi pada pendidikan kewirausahaan dengan semangat kemandirian untuk bisa Tanam, Petik, Olah, Jual dan Invesitasi", ungkap Dekan Fakultas Saintek Ir. M.Rais Rahmat Razak, Msi .   

            Apalagi kedepannya, menurut Rektor UMS Rappang Dr. H.Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si. akan dibuka juga Fakltas Teknik dan Kedokteran, sehingga sudah tentu akan semakin memberikan bobot tersendiri terhadap eksistensi universitas pertama di daerah penyangga stok pangan nasional ini.

            Oleh karena itu, lanjut Jamaluddin Ahmad guna mengantisipasi rencana pembukaan Fakultas Kedokteran kedepannya, sekarang ini telah dirintis kerjasama dengan pihak Rumah Sakit Arifin Nu’mang Rappang, agar dapat disenergikan dengan sumber daya akademik UMS Rappang. Dan bila kerjasama itu tidak dapat diselenggarakan, maka akan diupayakan pendirian rumah sakit Muhammadiyah di Rappang dengan lokasi rencana di sekolah SMP dan SMA Muhammadiyah Jalan Rumah Sakit Rappang. 

Rektor UMS Rappang Dr.H.Jamaluddin Ahmad, S.Sos.,M.Si.

                “Kita memiliki agenda yang begitu banyak kedepannnya, dalam rangka mengembangkan dan mamajukan perguruan tinggi ini, khususnya upaya-upaya meningkatkan fasilitas perkualiahan berbasis teknologi, sehingga kita akan mencetak luaran yang memiliki kompetensi dan daya saing pada berbagai bidang pengabdian masyarakat”, kunci Jamaluddin.

Ketua Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah Prof. Lyncolin Arsyad, menyebutkan bahwa inovasi-inovasi teknologi di bidang pendidikan seperti Massive Open Online Course (MOOC) dan Artificial Intelegence (AI) telah mampu menjadikan pendidikan semakin terbuka dan dapat diakses dengan sangat muda. Keberadaan pengajar dan kelas-kelas secara fisik semakin tidak relevan. Jika tidak berbenah, maka akan tersingkir.

Dalam perencanaan induk pengembangan kampus, tentu kesemua kebutuhan pembinaan fakultas itu telah diproyeksikan secara detail, sehingga dengan  semangat visi “Menjadi perguruan tinggi yang Unggul, Profesional, Islami, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis Agribisnis Modern (2045)” dengan slogan “The Digital Entrepreneursip University”  yang mengokohkan pijakan pembinaan anak didiknya,  pada gilirannya UMS Rappang diharapkan akan mencetak mahasiswa berprestasi  serta menghasilkan alumni siap pakai di bidangnya masing-masing. Sebagaimana dipesankan Lyncolin Arsyad, bahwa pengelolaan perguruan tinggi telah memasuki babak baru. Di era revolusi 4.0, tata kelola perguruan tinggi tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional. Era keterbukaan juga membuat persaingan dalam bidang perguruan tinggi semakin ketat.

Oleh karena itu, kata kunci dari keberhasilan suatu organisasi atau institusi amat ditentukan kepemimpinan didalamnya. Makanya Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si. telah memperingatkan, jikalau para Pimpinan Perguruan Tinggi harus senang membaca, senang berdialog, senang ilmu. Jangan pernah berhenti belajar. Perguruan Tinggi adalah pencipta peradaban. Maka bagaimana bisa mencipta peradaban jika pimpinannya tidak cinta ilmu. 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. K.H.Haedar Nasir, M.Si. 

Perubahan tidak akan datang jika kita menunggu orang lain atau lain waktu. Kita adalah orang-orang yang kita tunggu-tunggu. Kita adalah perubahan yang kita cari”, ungkap Barack Obama.

(*)Andi Damis Dadda adalah Alumni Program Magister Administrasi Publik STISIP Muhammadyah Rappang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka