Goresan pena : PESONA SANG PETARUNG (Kebersahajaan Amir Uskara)
Bersama Dr.H.Amir Uskara, M.Kes. saya punya cerita berpartai yang begitu bersemangat sekaligus mengesankan. Karena setiap strategi perjuangan dalam memenangkan setiap episode pemilihan selalu saja mampu dilakoni dengan elok dan elegan. Walaupun pada bagian drama perebutan tahta selalu saja ada caranya untuk menang.
Tapi Amir Uskara tetap saja tersenyum, dengan khas sunggingannya menghadapi sepahit apapun ocehan orang-orang di seputar dirinya.
Sehingga ketika dirinya menapak jenjang politisi yang memposisikan dirinya berada di puncak kepengurusan partai ditingkat pusat, masih saja menjadi saudara atau sahabat yang nyaman, yang punya kepedulian berbasis akar rumput. Padahal peluangnya menjadi eksis secara eksklusif sebagai politisi berkelas di Senayan, terbuka dua puluh empat jam untuk tidak terlalu hirau lagi pada unek-unek dan rengekan teman-teman lama, apalagi yang telah ditenggelamkan oleh waktu dan terbuang jauh di pedalaman negeri.
Sehingga ketika dirinya menapak jenjang politisi yang memposisikan dirinya berada di puncak kepengurusan partai ditingkat pusat, masih saja menjadi saudara atau sahabat yang nyaman, yang punya kepedulian berbasis akar rumput. Padahal peluangnya menjadi eksis secara eksklusif sebagai politisi berkelas di Senayan, terbuka dua puluh empat jam untuk tidak terlalu hirau lagi pada unek-unek dan rengekan teman-teman lama, apalagi yang telah ditenggelamkan oleh waktu dan terbuang jauh di pedalaman negeri.
Kesederhanaan dan kebersahajaan serta senyum itu tetap menawan dan menebar pesona di seantero pelosok nusantara tanpa pernah mengabaikan derita teman seperjuangan yang pernah beradarah-darah menyokong ponggawa yang tak pernah berhenti mengukir masa depannya.
Alhasil seiring bergeraknya masa, waktupun telah merubah segalanya. Sehingga sebuah keberadaan memang harus mampu menyesuaikan kedaannya dimana sekarang berada. Walaupun demikian tetap saja Amir Uskara punya cara untuk berbagi dengan orang-orang yang tak mengendurkan kesetiaan untuk mendukungnya setiap saat.
Karena itu kita harus percaya jikalau ternyata didalam politik masih ada teman yang tetap akan menjadi teman, walaupun tidak sedikit memang kawan yang terpaksa jadi lawan. Dan Amir Uskara tetap saja melangkah dengan pasti dengan caranya sendiri.
Alhasil seiring bergeraknya masa, waktupun telah merubah segalanya. Sehingga sebuah keberadaan memang harus mampu menyesuaikan kedaannya dimana sekarang berada. Walaupun demikian tetap saja Amir Uskara punya cara untuk berbagi dengan orang-orang yang tak mengendurkan kesetiaan untuk mendukungnya setiap saat.
Karena itu kita harus percaya jikalau ternyata didalam politik masih ada teman yang tetap akan menjadi teman, walaupun tidak sedikit memang kawan yang terpaksa jadi lawan. Dan Amir Uskara tetap saja melangkah dengan pasti dengan caranya sendiri.
Hujan deras tidak menyurutkan langkah mengunjungi masyarakat
Karena menurut Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat PPP ini, menjadi orang penting itu baik, tapi menjadi orang baik itu yang lebih penting. Maka berbuat baiklah, sekecil apapun perbuatan baik itu. Dan mekarkanlah bunga kebaikan itu, agar semerbak harumnya menyebar kemana-mana.
Akhirnya, saya hanya ingin mengatakan bahwa begitu banyak yang perlu diteladani dari seorang politisi kelahiran Gowa (negeri para pemberani) yang berkibar di Ibukota ini, terkhusus bagi kader Petiga Sulsel yang menyebut dirinya generasi milinial.
Kemudian disebut-sebut terdorong oleh keluarga untuk bisa tampil dipanggung Pilkada Gowa mendatang, sudah tentu karena alasan kepantasan, kemampuan dan kemapaman, serta peluang yang terbuka lebar, karena memastikan adanya kendaraan politik yang siap pakai.
Karena ada dua alasan, pesan leluhur, yang harus menyertai seseorang untuk dapat dijadikan pemimpin; pertama, dirinya diandalkan oleh orang lain, dan kedua, dia mengandalkan dirinya sendiri.
Dan saya percaya bila mantan Ketua DPW PPP Sulsel dua periode ini, telah memenuhi pesan leluhur tersebut. Karena orang lain atau masyarakat telah merasakan kerja nyata dari tangan dingin Amir Uskara yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat secara umum. Begitupula perjalanan panjang dalam rangkaian menempa diri diberbagai tingkatan ormas dan kepartaian serta legislatif, serta capaian akademik program S3 bergelar doktor, sudah tentu mengindikasikan kapabilitas dan kompetensinya untuk memegang kendali pemerintahan daerah.
Dan sebagai petarung sejati, sayapun percaya bila pria pecinta olah raga sepeda dan beladiri karate ini, telah menakar kemampuannya untuk menang, sebelum berpaling mengiyakan keputusan keluarga dan dukungan para teman serta loyalitasnya. Karena pengalaman tanding diatas pentas kepartaian dan pencalegan telah menorehkan cerita kemenangan yang amat cemerlang.
Tapi, sekali lagi bahwa langkah-langkah politik anak bangsa kelahiran Sungguminasa-Gowa 9 Desember 1965 ini, selalu saja tersembunyi dibalik sunggingan senyumnya yang menyejukkan. Dan saya mengenalnya sebagai sosok yang tak pernah mengenal kata menyerah.
Lalu untuk Gowa yang lebih baik kedepannya, Amir Uskara adalah solusi efektif dan pilihan yang cerdas.
Sangat Luar Biasa Goresan Pena ini....Semua Kata Kata Pas Dengan Beliau ( Dr.H.M.Amir Uskara,M.Kes Dg Mangung AU).Kami Keluarga Besar Dibeberapa Kecamatan DiKab Gowa Terkhusus di Kecamatan Pallangga dan Barombong Sangat Bangga Punya Putra Daerah Yang Bisa Tembus Kanca Politik sampai Tingkat Pusat Dengan Berpiliti Santun Kami Keluarga Besar Selalu Mendukung Apa Program Program Beliau Sukses Buat Bapak DR.H.MUH.Amir Uskara.M.Kes Daeng Mangung Serta Kami dari Keluarga Di Kab Gowa Berterima Kasih Kepada Saudara Andi Damis Dadda
BalasHapusSAHABAT AU Sebagai Penulis Cerita Ini Salam Sehat Selalu Aamin Ya Rabbal Alamin
Alhamdulillah. Terimakasih banyak telah hadir dipostingan yang seadanya menuturkan cerita sosok Amir Uskara, yang secara jujur telah lama saya mengagumi kepribadian dan kepemimpinannya yang mengesankan dan menyejukkan. Sehingga saya percaya, dengan talenta dan kompetensi beliau, Insya Allah mampu mengantarkan kehidupan masyarakat Gowa ke tingkatan yang lebih baik, sekiranya beliau yang memimpin daerah bersejerah Gowa, negeri para pemberani. Sehatki dan selamatki, salam persaudaraan dari Bumi Nene' Mallomo - Sidrap.
HapusSaya sarankan kepada penulis sebaikx Bapak Dr.H.Amir Uskara ,M.Kes. dibuatkan bukux biar lebih terpublikasi keberadaanx secara lengkap
BalasHapusSaran yang sangat bagus. Insya Allah nanti sarannya diteruskan kepada Pak Amir Uskara. Semoga beliau tertarik dan berminat dibuatkan buku biografinya, dan saya siap saja kalau diamanahkan. Terima kasih telah hadir dipostingan ini dan memberikan pencerahan.
Hapus