Goresan pena : BERSANTAI DI CAFE
Bersantai dalam bahasa bugisnya artinya manynyameng-nyameng. Membawa diri dalam suatu keadaan yang tak terbebani dan tak terusik. Sehingga dapat menikmati hidup secara datar. Tanpa riak dan desiran ombak.
Karena suasana hati sekali-kali penting di kembalikan ke titik normal, agar dapat memulihkan segenap pengaruh yang munculnya secara liar.
Beranjak dari alasan itulah, sehingga budaya pergi berlibur menjadi marak saat ini. Dimana-mana orang pada sibuk merencanakan liburan. Dan dimana-mana bisa ditemukan tempat kunjungan bersantai. Karena semua ingin manynyameng-nyameng.
Dan bagi yang kegemarannya hanya duduk berleha-leha sambil meneguk secangkir kopi dipadu isapan rokok yang mengasyikkan, sudah tentu pilihannya ke cafe.
Lalu berlanjutlah cerita berceloteh di cafe bersama teman2 yang sehaluan. Tanpa tema yang jelas, karena yang penting candanya dan tawa termehek-meheknya.
Bersantai bersama teman-teman di cafe memang telah jadi penomena baru, yang banyak digandrungi dizaman milenial ini. Bahkan ibu-ibu tak mau kalah semangatnya untuk membuang waktunya berlama-lama di cafe bersama teman-temannya semasa es em pe atau es em a.
Maka budaya manynyameng-nyameng atau sejenak bersantai ini, memang harus diarifi dan diberi jalan, karena nampaknya menjadi tuntutan kehidupan yang semakin sesak. (By Andi Damis)
Komentar
Posting Komentar