Goresan pena : TITIAN YANG TERPUTUS



        Titian itu terputus. Diterpa derasnya arus sungai yang tiba-tiba semakin menajam saat hujan membuat banjir meluap di Salulebbo. Padahal nafas Pondok Pesantren Husnayain, begitu segar berlalu-lalang di titian itu.Tapi semangat dan asa para santri tetap saja meluap-meluap, menapak hari esok dipenuhi berkah. 
        Titian itu terputus. Digulingkan arus sungai yang menua jadi sahabat dan selalu ramah menyambut dahaga para musafir. Mungkin waktu yang tak berpihak, atau semua hirau hanya berlalu, sehingga alampun berdakwah. Memberi peringatan bila kealfaan itu harus disingkirkan dengan memutus matarantai kecintaan pada alam yang pana.
        Titian itu terputus. Menanti tangan yang menunduk dan bersembunyi dibalik tatapan dan cerita malam. Karena hanya berharap ada senyum di atas langit.
        Titian itu terputus. Tapi tidak memutus rute meniti jalanNya. Karena zikir dan doa para santri adalah pelita yang selalu menerangi kegelapan.

(Ditulis sebagai wujud kecintaan dan kepedulian  pada Pondok Pesantren Husnayain Salulebbo, 2/7/2021, by Andi Damis)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka