Risalah : MEMBERSIHKAN HATI
Oleh : Andi Zahra Puan Maharani (Siswa SMUN 1 Sidrap) di Rappang
Alhamdulillahirabbulalamin
wassalatu wassalamu ala asyrafil anbiya’i walmursalin, syaidina Muhammad waala
alihi wasahbihi ajmain.
Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari mengungkapkan; Ala wainna fil
jasadi mudgatan, Iza sahalal sahala kullu, waiza fasadat fasad kullu. Ala
wahiya qalbu Bahwa sesungguhnya di dalam tubuh manusia ada segumpal daging. Jika ia
baik, maka baiklah seluruh anggota tubuh lainnya, dan jika ia rusak maka
rusaklah seluruh anggota tubuh lainnya. Ketahuilah, ia adalah hati.
Karena itulah, hati mempunyai
peranan yang sangat fital atau sangat penting dalam diri seseorang dan menjadi
sentral bagi anggota tubuh lainnya. Karena keberadaannyalah yang dapat menentukan
baik-buruk dan hitam-putihnya seluruh
amalan dan aspek kehidupan seorang muslim.
Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah
menuturkan dalam salah satu kitab beliau; Bahwa hati yang sehat, yaitu hati
yang selalu terjaga dari sirik, sifat dengki, iri hati, kikir, takabbur, cinta
dunia dan jabatan. Ia terbebas dari semua penyakit yang akan menjauhkannya dari
Allah Subhanahu Wata’ala. Ia selamat dari setiap syuhbat yang menghadangnya. Ia
terhindar dari intaian syahwat menentang jati dirinya, dan seterusnya.
Intinya adalah hati yang baik adalah
hati para orang yang bertaqwa. Dan hanya orang yang beriman yang berpotensi
untuk mencapai derajat taqwa. Oleh karena itu dalam Surah Al-Baqarah, ayat 183
Allah SWT, berfirman, Yaayyuhallasyina amanuw kutiba alaiykumussiyam
kama kutiba alallazina min qablikum laallakum tattakuwn. Artinya, Wahai
orang-orang yang beriman. Diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang sebelummu agar kamu bertaqwa.
Dengan berpuasa, maka orang
beriman berpeluang atau diberi kesempatan menjadi bertaqwa, yang mana dengan
ketaqwaan itu, merekapun akan mempunyai hati yang baik, hati yang sehat, hati
yang bersih dan muliah, hati yang lurus, hati yang selamat, yaitu hati yang mendapat ridha dari Allah SWT.
Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW. yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas
bin Malik,; bahwa Iman seseorang tidak akan lurus (benar) sebelum hatinya lurus.
Sedangkan berpuasa utamanya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, adalah
sarana latihan dan pendidikan guna mendapatkan hati yang lurus atau benar.
Karena hati yang benar kata seorang pujangga adalah potret suasana batin yang
indah dan berhias surgawi.
Selanjutnya Abu Hurairah menuturkan
bahwa Rasulullah SAW bersabda; Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasadmu,
dan tidak pula kepada bentukmu, akan tetapi Dia melihat kepada hati kamu. (Hadits Riwayat Muslim).
Semoga melalui bulan suci Ramadhan yang
akan datang ini, dengan berbagai amalan utama dan mulia yang dilakukan
didalamnya, seperti puasa, shalat malam, mengaji atau membaca Al-Qur’an serta
memperbanyak zikir, utamanya memohonan ampunan dan lainnya akan menjadikan hati
kita menjadi hati yang bersih, hati yang benar, hati yang selalu mengingat
kepada Allah SWT, yaitu hatinya orang yang bertaqwa, yang tidak ada lagi
kesombongan didalamnya walaupun itu sebesar biji sahwi, yang akan selamat di
dunia dan di akhirat kelak akan bertemu serta dapat memandangi wajah Tuhannya.
Karena Allah SWT telah berfirman
dalam surah Fushshilat ayat 44; Qul huwa
lillasiyna amanuw hudang wasyifa, artinya Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan
penawar bagi orang-orang yang beriman.
Demikian yang dapat saya sampaikan,
mohon maaf atas segala kekurangan dan terima kasih atas segala perhatian. Kalau
ada piring yang pecah jangan disimpan dalam laci, kalau ada kata yang salah
jangan disimpan dalam hati. (*)
Komentar
Posting Komentar