Goresan pena : KEHILANGAN (KEMBALINYA SANG BIJAK)
Ada kegelisahan mengendap di hati ketika berita duka itu terbaca di watsapp dengan samar. Seakan mengisyaratkan beratnya hati mengungkap berita kehilangan ini.
Karena kearifan Sang Bijak menjadi magnet bagi para pencari kesejatian diri.
Tapi akhir adalah suatu kepastian. Dan kemuliaan sang guru terabadikan mesra di kedamaian hati dan akan melagenda pada diri yang senantiasa meyakini bersama dengan Tuhannya.
Dan pesona kearifan itupun kini menembus perjalanan panjang menuju tempat ketenangan yang hakiki. Karena segala yang ada di dunia akan binasa.
Meninggalkan tapak-tapak suci dalam meniti jalan menemui Sang Pencipta semesta.
Sungguh banyak hati yang tak rela menerima perpisahan ini. Karena dahaga yang tak pernah bisa berakhir. Walaupun telah diisyaratkan oleh Sang Bijak, bila tak mungkin menggapai kesempurnaan. Karena keberuntungan kita telah menjadi pengikut Rasulullah SAW selaku pemilik kesempurnaan diri, yang pada dirinya bertahta segala kebaikan, dan menjadi rahmat bagi sekalian alam.
Lalu para laskar pun menunduk haru, membisu dan diam dalam doa, semoga Sang Guru husnul khatimah.
Karena semuanya milik Allah SWT dan pasti akan kembali padaNya.
Dan seketika hujan air matapun membasahi bumi Al-Kalam, yang selama ini teduh berpayung kesejukan fatwa Sang Bijak.
(Goresan pena dalam duka yang teramat dalam, Andi Damis)
Komentar
Posting Komentar