Goresan pena : BOSI LOPPOKOMAI
Bosi loppokomai na mario paggalungnge na macai paddare'.
Ini nyanyian mainan semasa kecil dulu bila hujan lebat mengguyur kampung halaman.
Artinya, hujanlah yang deras agar kiranya bergembiralah para petani sawah dan akan merepotkan petani kebun.
Karena sawah butuh volume air yang banyak untuk menumbuhkan padi, sedangkan kebun hanya membutuhkan air sedikit agar kondisi tanahnya tetap basah untuk menumbuhkan tanaman.
Sehingga ketika intensitas curah hujan meninggi dengan volume air menggenangi permukaan tanah, maka sudah tentu akan membantu pertumbuhan padi di sawah, namun terhadap tanam perkebunan seperti bawang, kol, tomat, lombok, sayuran dan sejenisnya akan menghambat pertumbuhannya bahkan terancam gagal panen.
Padahal pada tanaman padi yang sudah berbuah dan siap panen, curah hujan yang banyak bisa juga mengancam gagal panen.
Karena itu antara petani di sawah (paggalungnge) dan petani di kebun (paddare'e) keduanya bisa bergembira dan kerepotan karena curah hujan yang banyak, namun berdasarkan kondisi tanamannya.
Dan nyanyian itu, setidaknya hendak berpesan bila petani sawah lebih banyak membutuhkan air dibandingkan dengan petani kebun.
Lebih jauh nyanyian itu seakan mengisyaratkan bahwa kebutuhan kita akan hasil pertanian sumber makanan pokok sehari-hari, lebih utama dari hasil perkebunan.
Walaupun saat ini, hasil perkebunan semakin berpotensi mensejahterahkan kehidupan masyarakat.
Alhasil, nyanyian masa kecil itu, masih terasa indah dalam memori untuk mengenang kehidupan yang begitu alamiah di kampung halaman.
By Andi Damis
Komentar
Posting Komentar