Akademik : AKSELERASI MEWUJUDKAN PETANI MODERN MENJADI PETANI MILENIAL
Oleh : Dr.Ir.Idris Summase, M.Si.
Centre of exellence Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin bekerjasama dengan ICDF-Taiwan untuk mewujudkan ketercukupan benih padi unggul di Sulsel dan mendorong petani menjadi petani penangkar benih padi di 8 kabupaten. Satu diantaranya berada di Luwu Raya yang menjadi target penumbuhan penangkaran benih padi adalah Kabupaten Luwu Utara. Pemilihan daerah ini didasarkan pada komitmen Pemerintah Daerah Luwu Utara untuk mewujudkan ketercukupan benih padi unggul (Swasembada benih Padi Unggul).
Ditahun ke 4 program ini (2021-2022) CoE Fak.Pertanian bersama Pemda Lutra melibatkan petani muda yg terhimpun dalam P2MI-Lutra (Perkumpulan Petani Milenial Luwu Utara) dengan program ini, diharapkan terjadi percepatan transformasi tenaga kerja (Petani) di pedesaan menjadi "petani modern" yang mempunyai spesialisasi bidang kerja dalam "sistem Agribisnis padi" yang melihat kegiatan pertanian dapat menyiapkan lapangan kerja yang banyak dan menguntungkan. Cara kerja pertanian modern haruslah mampu menciptakan "masyarakat pertanian" yang memiliki krakter sama dengan "masyarakat industri".
Petani milineal adalah petani yang menerapkan pertanian modern (mekanisasi: penggunaan mesin pengolahan tanah, trasplanter/mesin tanam dan mesin penyemprotan dan drone penyemprotan dan pemupukan, dan mesin panen/combeni), penggunaan IT dalam pelaksanakan kegiatan dapat mempercepat pengambilan keputusan untuk masalah yg dihadapi.
Petani milenial baik sebagai pelaku telah mendapat pelatihan dan dilapangan secara teknis budidaya didampingi oleh tenaga pendamping dan Pengawas Benih.
Dengan kegiatan ini, Insya Allah kekuatiran berkurangnya tenaga kerja disektor pertanian tdk terjadi. Kegiatan pertanian haruslah tetap menjadi pusat akselerasi ekonomi daerah.
Penulis adalah Dosen Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar.
Komentar
Posting Komentar