Goresan pena : MABUANG TASSANRA'MUA
Mabuang tassanra'mua itu artinya kalah terhormat. Karena peristiwa terjatuh selalu memberi rasa sakit.
Akan tetapi ketika jatuhnya masih tersangkut setidaknya menghindari cedera berat.
Oleh karena itu orang tua berpesan agar kita pandai-pandainya terjatuh, supaya tidak terluka berat dan tidak terlalu merasakan derita sakit.
Karena kegagalan ataupun kekalahan memang menyakitkan bahkan mengecewakan.
Namun seorang pejuang sejati, tak pernah mengenal kata menyerah. Sehingga kekalahan dan kegagalan baginya hanya "cambuk" yang membuatnya lebih bersemangat untuk mampu meraih kemenangan atau kesuksesan.
Karena kegagalan bagi seorang petarung sejati hanya keberhasilan yang tertunda. Sebagaimana sebuah anak panah, hanya akan melesat jauh ke depan bila sebelumnya ditarik jauh kebelakang pada busurnya.
Dan takut gagal, pesan Buya Hamka adalah kegagalan yang sejati, dan takut mati adalah kematian sebelum mati.
Hidup memang sebuah pilihan, dan keragu-raguan selalu lebih buruk dari kegagalan dalam melakukan suatu pekerjaan.
Sehingga seorang kesatria tak pernah gentar di medan laga, karena pilihan hidupnya hanya satu, bertarung.
Karena berpantang menyerah di medan juang bukan watak seorang pecundang, yang selalu berkeluh-kesah meratapi nasib.
Dibutuhkan tekad dan kesungguhan dalam mengejar prestasi. Karena siapa saja yang bersungguh-sungguh akan berhasil. "Man jadda wajada", kata pepatah arab. Sehingga semakin lalai seseorang dari bekerja keras, akan membuatnya semakin jauh dari harapan yang ingin diraihnya.
Karena tidak ada perjalanan yang sulit ditempuh, selain tidak pernah melangkah memulai perjalanan tersebut.
Dan pilihannya bukan seberapa sering dan berapa lamanya terjatuh, melainkan seberapa cepatnya bangkit kembali setelah terjatuh.
Sehingga kalah terhormatpun dapat dimaknai sebagai kegagalan yang tidak menanggung beban malu, bahkan tetap mendapat penghargaan.
by Andi Damis
Komentar
Posting Komentar