Goresan pena : MENYIKAPI PERGANTIAN TAHUN
Oleh : Ir.Andi Damis Dadda, M.AP.
“Perubahan tidak akan datang jika kita menunggu orang lain atau lain waktu. Kita adalah orang-orang yang kita tunggu-tunggu. Kita adalah perubahan yang kita cari.” (Barack Obama)
Tidak terasa kita sudah berada di Tahun 2O22. Tidak terasa kita sudah menjalani Tahun 2021. Tidak terasa, begitu banyak yang telah berlalu, dan tidak mungkin kembali lagi. Yang tersisa adalah kenangan. Memori yang indah atau kenangan yang menggetirkan. Yang tersisa adalah renungan dan evaluasi diri, tentang apa yang telah kita perbuat pada tahun 2021. Mudah-mudahan hari-hari yang telah berlalu selama setahun kemarin, kita menjalaninya dengan baik, dan lebih banyak bernilai ibadah. Lebih banyak yang menyelamatkan dari pada menyesatkan. Karena tak mungkin membawa burung kembali pulang ke sangkarnya setelah ia terbang lepas. Karena air yang mengalir tak mungkin berbalik arah. Maka yang berlalu biarkanlah berlalu.
Kini, kita menapak hari-hari di Tahun 2022. Mudah-mudahan didalam tahun ini, kita akan menjalaninya dengan lebih baik. Lebih tekun beribadah. Lebih aktif belajar. Lebih giat bekerja. Lebih berprestasi dan berprestise. “Man jadda wajada”, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Begitupula dalam pergaulan di luar rumah, akan lebih tulus membantu orang, dan ikhlas melakukan silaturrahim. Menjalin kekeluargaan dan kekerabatan tanpa pandang bulu. Karena cinta hanya bertahan dalam hubungan respek yang timbal balik.
Karena diriwayatkan, bila yang mulia Rasululullah SAW. pernah memperingatkan, bahwa, barangsiapa yang hidupnya hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dialah orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang hidupnya hari ini, sama saja dengan hari kemarin, maka dialah orang merugi. Dan barangsiapa yang hidupnya hari kemarin lebih baik dari hari ini, maka dialah orang yang bangkrut.
Begitu pentingnya perubahan dari waktu ke waktu kepada yang lebih baik. Sudah tentu dengan amalan yang lebih baik. Ibadah yang lebih fokus kepada Yang Maha Segalanya. Sehingga Allah SWT. memberikan petunjukNYA dalam KItab Suci Al-Qur’an, Surah Al-‘Asr: Ausbillahi MInasaitaunirrojim. Bismillahirrahmanirrahiim “Wal-‘asr, Innal-insana lafi khusr, illal-lazina amanu wa ‘amilus-salihati wa tawasau bil-haqqi wa tawasau bis-sabr”. Yang diterjemahkan; Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.
Pergantian tahun itu, pada dasarnya adalah perjalanan waktu. Perjalanan perubahan. Perjalanan dari yang berubah menuju ke yang berubah. Oleh karena itu kita harus menyikapi perubahan itu dengan bijaksana. Bersifat syukur dan sabar, dengan senatiasa melakukan hal-hal yang bermanfaat. Bermanfaat bagi diri sendiri, bagi orang lain dan lingkungan sekitar kita. Karena sebaik-baik seseorang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Bermanfaat untuk perubahan itu sendiri. Karena jalan terbaik menuju kehidupan yang damai hanyalah hidup berdamai dengan orang lain.
Akhirnya, ditengah jalan ini, pesan seorang Pujangga dan Filosof berkebangsaan Pakistan Muhammad Iqbal, tidak mungkin kita berhenti, karena hidup ini bergerak dan selalu berubah. Tidak ada yang abadi. Tidak ada yang kekal kecuali yang Maha Kekal yaitu Allah SWT. Semua akan berubah. Satu-satunya yang kekal adalah perubahan itu sendiri. Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar