Goresan pena : PUISI UNTUK PUSHI
Ketika belum ada kalimat terangkai tentangmu.
Tentang kasihmu...
Tentang manjamu...
Tentang galaumu...
Tentang dukamu
Tentang kita dan hari-hari dilewati bersama.
Begitu cepatnya Tuhan memanggilmu.
Ketika fajar belum juga menyingsing.
Tanpa isyaratkan pamit.
Tanpa meninggalkan benci pengobat hati yang rindu.
Begitu cepat waktu berputar.
Ketika kebersamaan tarasa singkat.
Dan masih banyak harap yang belum jadi cerita kita bersama.
Begitu berat melepasmu pergi.
Ketika terbayang sepi menyiksa.
Disaat harus sendiri di tepian senja.
Kala rindu tak dapat menanti.
Engkaulah pelipur lara.
Engkaulah sandaran hati.
Engkaulah bahagianya diri.
Yang selalu mengisi hari-hari penuh canda ceria.
22012022
By Andi Damis
Komentar
Posting Komentar