Opini : IZINKAN KAMI TETAP PPP
Oleh Andi Damis
Ini bukan curhatan, terlebih lagi bukan keluhan. Tapi suatu kecintaan pada perjuangan kemanusiaan. Perjuangan yang dipatroni pada kehidupan senasib sepenanggungan, dalam kontes persaudaraan seiman, sebangsa dan sebagai sesama manusia.
Bahwa suka duka berpartai itu memang selalu ada dalam dinamika kepengurusan pada setiap tingkatan. Bahkan boleh jadi, seperti yang kami alami, lebih banyak dukanya. Tapi itu bukan berarti semangat dan kecintaan pada partai harus meredup.
Karena partai Islam ini adalah milik umat dan tidak pernah menjadi milik segolongan orang, apalagi sebagai milik perorangan. Artinya milik umat Islam di Indonesia. Walaupun boleh jadi ada yang tidak memilikinya atau tidak menyadari kepemilikan itu.
Sehingga beranjak dari pemahaman sederhana itu, sepantasnya kita secara bersama-sama berada didalamnya dan mengambil peran untuk membesarkannya.
Karena itu tidaklah elok bila ada kepentingan sekelompok orang, terlebih lagi bila hanya kepentingan pribadi, yang begitu rela merusak nama baik partai berlambang Ka’bah ini.
Dan sudah tentu sangat mengharukan bila para korban kezaliman internal dibiarkan terlantar dan tidak lagi diberi ruang untuk bisa eksis dan berperan didalamnya.
Karena Jalan Pulang Menuju Ka’bah itu mengandung ajakan kepada semua penghuni termasuk mantan penghuni, untuk kembali ke rumah besar umat Islam ini. Karena rumah PPP sekarang semakin kokoh untuk menampung segala aspirasi, ide, cita-cita, gagasan dan kreatifitas untuk membangun Indonesia yang berkemajuan milenial.
Dan Jalan Pulang Menuju Ka’bah ini juga mengisyaratkan kepedulian kepada segenap anggota atau kader termasuk mantan kader (kalau bisa disebut begitu yang pernah eksis di partai lain) untuk kembali menyatukan diri dalam rangka semakin merapatkan dan menguatkan barisan dalam semangat kebersamaan untuk meraih kemenangan politik kedepannya. Karena persatuan menjadi pangkal keberhasilan. Karena merawat persatuan dengan pembangun itu salah satu artinya adalah berusaha memperbaiki diri terlebih dahulu sebelum memperbaiki orang lain. Sehingga pembangunan internal partai meliputi keseluruhan lini, terutama masalah keanggotaan atau sumber daya manusianya (SDM), harus dipastikan telah terpenuhi sebelum melakukan pembangunan eksternal (pembanguan lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara). Ataukah bisa juga dilakukan secara bersamaam dengan improvisasi pengelolaan yang berimbang dan menyeluruh, walaupun langkah ini membutuhkan kemampuan pengelolaan partai yang lebih energik dan progresif.
Selanjutnya Jalan Pulang Menuju Ka’bah tersebut tentunya menjadi suatu harapan, untuk lebih menggairahkan dan memacu optimisme agar lebih mengakselerasi terwujudnya tujuan partai yang ingin dicapai di masa mendatang secara serentak dan menyeluruh.
Optimisme memungkinkan seseorang dapat melihat warna kehidupan dengan lebih indah, sehingga memampukannya melihat semua orang dalam cahaya dari kekuatan baru. Dengan optimisme penderitaan seseorang lenyap dan harapannya bertambah. Dan tak ada faktor yang mampu mengurangi besarnya permasalahan dalam kehidupan manusia sebagaimana optimisme. Karena cahaya optimisme bersinar dari jiwanya yang senang setiap masa.
Optimisme adalah keteguhan dan keyakinan serta kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri. Keberanian berdiri diatas kaki sendiri. Dan bertanggungjawab secara mandiri dalam ucapan dan tindakan.
Optimisme itu berpengharapan baik, yang selalu meyakini bila yang baik akan terjadi padanya. Oleh karena itu optimisme sebagai inti dari harapan, telah mengajarkan kepada kita untuk meyakini adanya kehidupan yang lebih baik di masa depan. Sebab harapan itu sendiri adalah masa depan, yang akan dicapai dengan sikap optimisme sebagai wujud prasangka baik kepada Tuhan dan pertolonganNya.
Lebih jauh Jalan Pulang Menuju Ka’bah itu bahkan artinya perjuangan yang butuh pengorbanan. Sehingga dituntut adanya niat yang suci dan kerja keras yang tulus dalam upaya mencapai harapan.
Karena hanya dengan kerjasama yang ikhlas dan bersungguh-sungguh yang berkesempatan mendapatkan peluang keberhasilan. “Man Jadda wajadah”, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil, kata pepatah arab. Barang siapa yang berjalan pada jalannya, akan sampailah mereka kepada tujuan yang ingin dicapainya. Dan dapat dipastikan jikalau usaha tidak pernah mengkhianati hasil.
“Resopa temmangingngi malomo naletei pammase Dewata”, pesan leluhur orang Bugis yang mengisyaratkan perlu adanya upaya yang berkesinambungan dan berkomitmen serta profesional yang diiringi doa, untuk bisa menjemput kemenangan sebagai curahan Rahmat Tuhan Yang Maha Agung.
Sehingga melalui suatu tekad berjamaah, Partai Persatuan Pembangunan harus diyakini dapat berkompetisi secara elegan, elok, piawai dan mumpuni merebut piala kejayaan di masa mendatang, pada setiap event pemilihan dan pengusulan kebijakan publik yang terkait kemaslahatan umat atau kesehateraan kehidupan rakyat dalam konteks pembangunan bangsa. Dan yang paling penting, selalu harus ada tekad bulat untuk menang.
“Pura babbara sompe’ku, pura tangkisi golikku, ulebbirenni tellengnge natowalie”, yang mana pesan moyang Bugis-Makassar yang berbalut prinsip siri’ na pacce’ ini, telah mengejawantahkan tekad sebagai seorang pejuang sejati, yang tidak pernah mengenal kata mundur apalagi menyerah. Seganas apapun ombak menantang dan sebesar apapun badai menghadang, seorang petarung sejati tetap berjuang merebut pantai tujuan. Karena pentas politik adalah panggung pertarungan visi misi untuk tercapainya tujuan partai. Karena kalau bukan sekarang kapan lagi, dan kalau bukan kita siapa lagi. “Perubahan tidak akan datang jika kita menunggu orang lain atau lain waktu. Kita adalah orang-orang yang kita tunggu-tunggu. Kita adalah perubahan yang kita cari”, pesan Barack Obama.
Karena pantai kejayaan dan kemuliaan itulah tujuan dari Jalan Pulang Menuju Ka’bah, yang hanya bisa diraih setelah adanya kemenangan.
Alhasil dalam rangka menyambut usia berdirinya yang ke-49 (5 Januari 1973 – 5 Januari 2022) semoga PPP semakin berjaya dan kami tetap bisa berbangga menjadi bagian dari isi rumah yang semakin kokoh ini. Karena itu izinkan kami tetap PPP. (*)
Komentar
Posting Komentar