Goresan pena : AMBIL TANGANKU KUAMBIL TANGANTA
Ambil tanganku kuambil tanganta menurut saya merupakan isyarat dari Amir Uskara tentang pentingnya menyambung tali silaturahim dalam rangka memelihara persaudaraan. Karena hanya dengan terjalinnya silaturrahim secara meluas dan merata, akan mengharmonisasikan hubungan kekeluargaan dan kekerabatan, yang mana pada gilirannya akan mencerahkan sikap saling memberikan nilai positif dan memancarkan aura kedamaian bermasyarakat.
Sehingga dengan terbinanya kehidupan yang saling menghargai dan memberikan kepedulian serta dukungan, maka menjadi potensi besar untuk terwujudnya penataan kemasyarakatan yang normatif dan berperadaban.
Sebagaimana telah dipesankan yang mulia Nabi SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, bahwa barangsiapa yang ingin diluaskan reskinya dan dipajangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahim.
Setidaknya bagi Amir Uskara, hendak mengejawantahkan sikap saling peduli untuk kemudian secara bersama-sama melakukan kebaikan, agar dapat menikmati hasil yang lebih menguntungkan semua pihak.
Selanjutnya ungkapan bijak "ambil tanganku kuambil tanganta" adalah tawaran Amir Uskara untuk suatu komitmen akan saling membantu dalam suatu perjuangan kehidupan, agar dapat diraih kemenangan yang menjadi perantara diperolehnya hasil yang nantinya dapat dinikmati bersama.
Karena hanya dengan eratnya ikatan kesepakatan yang akan mampu meyakinkan adanya kebersamaan dalam upaya memaksimalkan perjuangan untuk mencapai target yang akan dicapai.
Bahkan dengan kebersamaan yang berintegritas tinggi menjadi cerminan dari besarnya nilai dukungan yang menunjang kredibilitas seorang figur pemimpin.
Dan Amir Uskara telah mengakomodasi berbagai akumulasi pendukungnya bahkan senantiasa berupaya agar tetap terjaga soliditasnya. Bahwa kemudian terjadi konsentrasi kekuatan yang menyatukan dukungannya, sudah tentu salah satu penyebabnya karena penyaksian akan hasil kerja Amir Uskara dari perjuangannya di parlemen untuk meningkatkan kehidupan rakyat.
Selanjutnya adagium ambillah tanganku kuambil tanganta, menjadi ajakan Amir Uskara kepada semua elemen masyarakat, untuk bergandengan tangan dalam rangka membangun daerah Gowa tercinta pada berbagai dimensi kehidupan, sehingga mampu tampil di atas pentas nasional bahkan panggung internasional dengan keunggulan yang mendapat pujian. Mengingat bahwa jejak sejarah Gowa terukir dengan tinta emas di masa silam sebagai negeri para pemberani dan berjaya di lautan.
Alhasil ajakan itu sekaligus sebagai sikap membuka diri Amir Uskara untuk menerima siapa saja yang mau bergaul dengannya. Siapa saja yang ingin mengenalnya lebih dekat dan bersahabat. Siapa saja yang mau bergabung dalam barisan perjuangannya. Termasuk siapa saja yang mau berkomitmen memenangkan Aura 2024.
By Andi Damis
Komentar
Posting Komentar