Goresan pena : FILOSOFI PADI SANG BIJAK



Janganlah takut berjalan lambat, takutlah bila hanya berdiam diri dan tetaplah rendah hati, jangan sombong, sampai orang lain tak bisa merendahkan kita.
Kalimat tersebut merupakan cerminan kebersahajaan Amir Uskara. Kata bijak yang tidak saja memotret pribadi sang doktor, tapi mencoba merefleksikannya sebagai wejangan pada orang lain, agar senantiasa merawat nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan pada diri.
Sebagaimana filosofi padi telah mengajarkan kepada kita semua, perlunya menampilkan ketundukan sebagai penghargaan pada sesama makhluk ciptaan Tuhan, ketika keberuntungan hidup dengan curahan karunia atau rezeki tengah dinimmati. Mengingat bahwa apapun bentuk kelebihan dan keunggulan yang didapatkan, harusnya tetap diyakini bila kesemuanya anugerah dari Tuhan Yang Maha Berkehendak.
Dan itu boleh jadi diperoleh setelah melewati perjuangan atau kerja keras yang tak pernah mengenal lelah. 
Karena siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Manjaddah wajadah, kata pepatah arab.
Begitupula pesan moralnya untuk jangan sombong, menunjukkan perlunya mawas diri agar tidak terjebak dalam perilaku yang merasa paling baik, paling benar atau paling bisa. Disebabkan watak keangkuhan yang maunya menang sendiri, menjadi warisan dari sifat takabur iblis laknatullah.
Oleh karena itu bagi seorang Amir Uskara mengedepankan kebersamaan dalam bingkai persaudaraan atau persahabatan menjadi pangkal pokok terciptanya kerukunan hidup bermasyarakat.
Sehingga dimana-mana Amir Uskara selalu memperingatkan agar menata pergaulan dengan menjunjung adab sipakatau-sipalebbi yang berkondisi pada kebersamaan yang saling menghargai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka