Goresan pena : AMIR USKARA DAN SULAWESI SELATAN
Aura 2024 merupakan ungkapan yang bernuansa politis yang saat ini lagi ramai diperbincangkan terutama di Kabupaten Gowa. Jargon politik yang mengindentifikasi sosok Dr.H.M.Amir Uskara, M.Kes. tersebut menurut saya setidaknya mengisyaratkan penghormatan dan penghargaan atas karya atau hasil kerja yang telah dipersembahkan Amir Uskara dalam kapasitasnya sebagai pejuang aspirasi rakyat ditingkat nasional, yang diiringi doa dan harapan kiranya Amir Uskara pada Tahun 2024, dalam perhelatan politik akan berada pada posisi yang lebih strategis guna mengantarkan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Sehingga ungkapan bersimpatik tersebut terlontarkan sebagai wujud dukungan yang diberikan kepada sosok politisi bertaraf nasional itu, bukan saja dari keluarga dan kerabat serta simpatisan dari daerah kelahirannya Gowa, tapi juga terdengar riang di pelosok-pelosok pedalaman Sulawesi Selatan.
Karena kefiguran dan ketokohan seorang Amir Uskara memang sudah dikenal luas oleh masyarakat Sulsel sejak menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Selatan (DPW PPP Sulsel) dua periode (2007-2016), dimana semua kabupaten dan kota telah dikunjunginya dalam rangka sosialisasi. Termasuk gambar atau foto Amir Uskara, selama dua periode memimpin PPP Sulsel pada banyak momentum selalu ramai menghiasi 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.
Untuk itu sudah sepantasnya bila nama Amir Uskara menjadi tema perbincangan dalam diskusi-diskusi lepas seputar bursa kandidat orang nomor satu Sulsel mendatang. Disebabkan peran sentral Amir Uskara yang mampu menyatukan seluruh DPC PPP se Sulawesi Selatan dalam kondisi perpecahan partai ditingkat nasional saat itu. Bahkan dalam pegelaran Muktamar VII PPP di Bandung (Hotel Panghegar, 3-6 Juli 2011), Amir Uskara mampu menyatukan PPP se Indonesia Timur.
Sehingga melalui kepemimpinannya yang senantiasa mengedepankan kebersamaan tersebut, berhasil melejitkan nama Amir Uskara yang sangat diperhitungkan pada pegelaran Muktamar VIII PPP di Surabaya (Hotel Empire Place,16-18 Oktober 2014) sekaligus menjadi nilai bargaining position untuk posisi kepemimpinan ditingkat kepengurusan pusat partai berlambang Ka'bah tersebut. Dimana kemudian hasil rapat formatur dapat memposisikan Amir Uskara selalu Wakil Ketua Umum (Waketum PPP) yang telah dijabatnya selama dua periode atau hingga saat ini karena terpilih kembali berdasarkan hasil rapat formatur Muktamar IX yang digelar secara virtual dan zonasi pada tanggal 18-21 Desember 2021 akibat pandemi Civid-19.
Sudah tentu dengan melewati berbagai dinamika perpolitikan di tanah air, terutama pergulatannya dalam menapak jenjang kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan dari tingkat kabupaten sampai tingkat pusat dengan segala suka dukanya, telah memberikan pengalaman kepemimpinan yang begitu berarti bagi Amir Uskara. Setidaknya dengan ikut serta terlibat dan berperan dalam menangani setiap episode kekisruhan partai, memberikan pelajaran berharga bagi Amir Uskara untuk mampu menata sistem kepemimpinan tanpa gaduh kedepannya, terkhusus dalam rangka menciptakan suasana kepemerintahan yang damai dan sejuk.
Oleh karena itu ungkapan "Berjayalah Aura 2024" menjadi penggambaran akan kecakapan politisi nasional asal negeri Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin yang bergelar "Ayam Jantan Dari Timur" ini, untuk masalah perjuangan dan kepemimpinan. Dan pengalamannyapun telah menunjukkan semangatnya yang berpantang menyerah dalam memperjuangkan aspirasi orang banyak, serta kepiawaiannya menyatukan perbedaan menjadi suatu kekuatan yang terorganisir secara sistematis.
Maka dapat dimaklumi jikalau sekarang ini berbagai kalangan dan pemerhati politik, begitu optimis bila Ketua Fraksi PPP DPR RI dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI saat ini tersebut, akan mampu berkompetisi dalam perhelatan politik Tahun 2024, guna menduduki kursi orang nomor satu di Sulawesi Selatan.
"Bentangkan jalan panjang perjuangan untuk pembangunan peradaban tak terbatas", ungkapan bijak Amir Uskara yang mengisyaratkan jikalau semangatnya untuk melakukan perbaikan yang berkemajuan bersifat meluas dan meliputi segenap wilayah, khususnya di Sulawesi Selatan sebagai basis pengabdiannya kepada masyarakat sejak awal meniti karier politiknya.
Sebagaimana sejarah masa silam telah menceritakan bila pusat penyebaran peradaban Islam di Sulawesi Selatan adalah Gowa dibawah kendali Raja Gowa ke-14 I Mangngarangi Daeng Manra'bia atau Sultan Alauddin pada abad ke 16 Masehi. Kemudian dengan tinta emas menorehkan sejarah perjuangan Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makassari Al-Bantani yang digelari Tuanta Salamaka ri Gowa dalam melawan penjajahan Belanda serta penomena kegigihannya menyebarkan dakwah ajaran Agama Islam di Banten, lalu ke Srilanka dan berlanjut di Cape Town Afrika Selatan sebagai akibat taktik licik pengasingan dari pihak Belanda terhadap ulama besar yang amat berpengaruh tersebut.
Alhasil sosok Amir Uskara memang menjadi penomena menarik untuk diperbincangkan sebagai salah satu putra terbaik Sulawesi Selatan dengan berbagai dedikasinya dalam berkiprah selaku anggota legislatif tingkat pusat, yang mempantaskan dirinya turut serta berkompetisi secara sehat pada pilkada Sulsel Tahun 2024 mendatang. (By Andi Damis)

Komentar
Posting Komentar