Goresan pena : PION CATUR AMIR USKARA
PION CATUR AMIR USKARA
Memang saya tak pernah melihat Amir Uskara bermain catur, selama jadi Ketua DPW PPP Sulsel dua periode (2008-2018). Tapi di kantor PPP di Jalan Sungai Saddang saat itu cukup ramai orang bermain catur setiap hari. Dan saya menghafal betul siapa yang sering menang dan yang selalu kalah.
Namun saya "membaca" pergerakan politik Amir Uskara, kala itu, seperti keberadaan pion catur. Tidak pernah mundur, dan konsisten berjalan lurus, hanya bila ada tantangan, terpaksa membuatnya harus bergerak menyamping kedepan untuk menanggulangi masalah.
Karena bersifat seperti pion catur, yang ditunjukkan dengan sikap rendah hati disertai tampilan bersahaja, sehingga Amir Uskara terlihat luwes dalam pergaulan dengan semua orang, bahkan nampak supel dalam beradaptasi dengan lingkungan tertentu atau kondisi terbatas.
Akan tetapi sebagaimana halnya pion catur, walaupun harus memulai posisi dari bawah, tetapi Amir Uskara tetap maju dan tak pernah mundur apalagi menyerah. Karena perjuangan sebuah pion catur adalah berusaha berada di titik akhir pergerakan yang menentukan, untuk merebut hak istimewa untuk memilih secara bebas posisi yang diinginkan sesuai pilihan yang tersedia, yaitu Perdana Menteri, Benteng, Gajah, atau Kuda.
Maka Amir Uskara selalu percaya bila hasil tak pernah mengkhianati usaha atau perjuangan. Karena apa yang diperolehnya dalam kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan di tingkat nasional atau pusat, merupakan upaya maksimal dan perjalanan panjang sarat tantangan serta perjuangan yang meminta pengorbanan tidak sedikit.
Komentar
Posting Komentar