Refleksi :MERDEKA BELAJAR DAN BELAJAR BERKOMITMEN



Oleh: Kasman Jaya Saad

Hari ini tanggal 2 Mei, seperti biasanya negeri zamrud khatulistiwa ini memperingati hari pendidikan, hari dimana ‘seharusnya’ kita banyak melakukan refleksi, bukan sekedar ‘‘formalitas’ memajang foto dengan caption serentak bergerak, wujudkan merdeka belajar atau tagar merdeka belajar. Mari sama-sama membuka diri, membuka lembaran-lembaran capaian pendidikan dan seperti apa produk pendidikan kita di negeri ini. Banyak program yang telah dihasilkan para pengambil kebijakan pendidikan di negeri ini, namun miskin komitmen dan kepatuhan para pelakunya. Kita sebagai pelaku pendidikan masih sering terjebak pada sistem administrasi pendidikan, akreditasi, nilai dan ujian, serta disibukan menyiapkan berkas ini dan itu. Dan itu sudah menjadi tujuan bahkan menjadi prioritas. Kita sepertinya tak mampu membedakan mana cara dan tujuan, sehingga cara dijadikan tujuan.
Belajar dari para leluhur, para orang tua kita dahulu, bagaimana mereka mempraktekkan komitmen dan kepatuhan. Bagaimana mereka menghidupkan nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai keteladanan yang diperolehnya dalam dunia pendidikan. Mereka memaknai pendidikan bukan hanya sekedar transfer of knowledge tetapi juga transfer of value (nilai), sehingga pendidikan menjadi helper bagi sesama. Para leluhur kita, juga tak pernah berpikir jalan pintas (shortcut) untuk mencapai sesuatu, termasuk dalam memperoleh pendidikan. Pendidikan dimaknai begitu subtil, tak sekedar selesai, dengan berbagai gelar setelah itu. Buah dari pendidikan yang diperolehnya tak sekedar dinikmati sendiri namun benar-benar dipraktekkan dalam kehidupan kesehariannya. dan itu sebab mereka tak akan mengambil sesuatu yang bukan haknya. Kejujuran dan ucapan yang benar adalah pagar kehidupannya. Tak akan berani melakukan kebohongan. Dan itu tertanam dalam benak mereka. Mereka juga tak kompromi bila ada sesuatu tak sesuai aturan. Sikapnya tegas dalam kata, teguh dalam perbuatan.
Sekarang, tradisi umat manusia untuk mempertahankan eksistensinya, melalui pendidikan memperoleh tantangan, karena pendidikan digunakan untuk mengakumulasi kapital, keuntungan an sich, mengabaikan nilai-nilai moral yang bersifat universal, seperti kejujuran, komitmen dan kepatuhan itu. Padahal pendidikan menyimpan kekuatan luar biasa untuk menciptakan keseluruhan aspek kehidupan kita dalam mempersiapkan kebutuhan yang esensial untuk menghadapi perubahan yang terjadi. 
Itu sebab pendidikan menurut hemat saya tak sekedar merdeka belajar, namun juga penting bagaimana belajar berkomitmen, belajar istiqomah, satu ucapan dan perbuatan, agar setiap ucapan dan perilaku kita dapat menjadi role model bagi sesama, bagi generasi berikutnya. Dirindukan, di hari pendidikan ini, sosok panutan yang lahir dari dunia pendidikan yang mampu memberi pengaruh yang kuat bagi moralitas masyarakat, seperti para leluhur kita mempraktekan. Nilai keteladanan tak akan tegak, bila hanya dipenuhi jargon atau caption an sich, namun perlu penghayatan emotif yang lahir dari lukisan jiwa yang terkait dengan kualitas integritas dan komitmen oleh semua elemen bangsa, wabil khusus para elit negeri ini. Semoga, rindu itu berat. Selamat hari pendidikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka