Goresan pena : NGOPI SILATURRAHMI AMIR USKARA
Ngopi Silaturrahmi dalam perspektif perjuangan Aura setidaknya dapat dipahami pada satu sisinya sebagai bentuk kongkow-kongkow para komunitas pendukung Amir Uskara sambil barengan minum kopi. Walaupun lebih dari itu ternyata kesenangan ngopi bareng di cafe, telah menginspirasi sang kandidat pada makna satu segi kehidupan, bahwa kopi tak pernah mengkhianati rasa. Sehingga dicampurkan dengan gula yang paling manis pun akan tetap terasakan pahitnya. Tapi enak.
Dalam kajian politiknya boleh jadi Amir Uskara hendak berpesan bila dalam menjalani kebersamaan yang semakin dinamis saat ini, terkhusus dalam menapak hari-hari menuju kemenangan, teramat penting tetap memelihara sikap konsisten pada komitmen yang telah terbangun sebagai pondasi perjuangan Aura untuk berbuat lebih baik di Gowa.
Sebagaimana kopi yang tidak pernah berbohong pada rasa, Ketua Fraksi PPP DPR RI ini juga menyadari bila dirinya berdarah-daging Gowa yang lahir dan dibesarkan serta berumah tangga di sana, sudah tentu harus memegang teguh prinsip sipakatau, siapakainga na sipakalebbiri, sebagai kendali diri dalam upaya mengakselerasi pembangunan masyarakat kedepannya sebagai wujud komitmen untuk peningkatan kehidupan bermasyarakat.
Dan sebagai politisi nasional yang telah dua periode melakoni berbagai peran di keanggotaan DPR RI, tidak disangsikan lagi bila berbagai agenda pembangunan telah dipersiapkan guna memenuhi bermacam kebutuhan masyarakat, yang mana pada hakekatnya menjadi harapan yang menyertai dukungan kepada Wakil Ketua Komisi XI DPR RI tersebut.
Dan seperti halnya penomena kopi yang bercerita bahwa yang hitam tak selalu kotor dan pahit tak harus bersedih, maka dinamika perjuangan politik sedapat mungkin tetaplah disandarkan pada prasangka baik dan sikap optimistis jikalau langkah-langkah yang ditempuh nantinya hanyalah menjadi strategi pencapaian target dan tujuan yang telah disepakati. Karena itu dibutuhkan adanya kearifan berjamaah dari segenap keluarga, kerabat, sahabat, pendukung dan simpatisan guna memberikan ruang dan kesempatan kepada Wakil Ketua Umum DPP PPP itu untuk berkreasi, berinovasi dan berimprovisasi dalam upaya menemukan solusi efektif pemecahan setiap permasalahan dimana pada gilirannya akan memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dengan mempertimbangkan dan memperhatikan aspek keutamaan berdasarkan skala prioritasnya.
Selanjutnya filosofi kopi pun mengajarkan bila kejujuran terhadap diri sendiri itu yang utama atau paling pokok sebagai mercusuar untuk memastikan bila kemenangan memang sudah di ambang pintu. Sebagaimana kopi tetaplah hitam dan tak pernah berpura-pura jadi putih serta selalu pahit dan tetap saja menikmati kepahitan itu. Karena proses perjuangan senantiasa menuntut pengorbanan terlebih kesetiaan dan memastikan bahwa semangat kebersamaan tetap terpelihara sampai diraihnya kemenangan sambil barengan menikmati secangkir kopi.
Alhasil inspirasi kopi telah mengantarkan kepada suatu sikap optimistis untuk berbuat lebih baik melalui tindakan lebih bijak, agar dapat melangkah pasti sampai ke tujuan yang ingin dicapai tanpa harus merubah jati diri atau dengan tetap menjadi diri sendiri.
Akhirnya selamatki menikmati ngopi bareng bersama Amir Uskara.(*)
By Andi Damis
Komentar
Posting Komentar