Refleksi : KELUARGA



Oleh: Dr.Ir.H.Kasman Jaya Saad,M.Si

        Di awal bulan Syawal, dilebaran seperti ini, yang menarik bagi saya, potret keluarga yang membanjiri ruang media sosial, bukan hanya potret keluarga inti (ayah,ibu dan anak-anak), namun potret satu rumpun keluarga besar. Dan potret itu begitu membahagiakan dan penuh pesona. Ada cinta dan kasih sayang begitu jelas tergambar dalam setiap sesi potret itu.
        Keluarga memang teramat penting bagi kehidupan manusia, sayang bila tidak diabadikan. Dan peradaban manusia dimuka bumi ditentukan oleh sel-sel terkecil yang dibumi bernama keluarga. “keluarga adalah inti dari peradaban” begitu kata Will Durant, sejarawan dan filsuf Amerika.
        Dalam konsep itu, maka keberadaan ragam potret keluarga “bahagia” dalam media sosial, memberi optimisme bahwa paradaban dimuka bumi akan terus terjaga, bila segenap niatan baik manusia ditujukan untuk membangun keluarga masing-masing secara baik. Membangun keluarga secara baik akan memberi pengaruh yang baik bagi kehidupan bangsa dan bahkan dunia yang lebih baik pula.
        Pepatah bijak mengatakan keluarga adalah segalanya memang benar adanya. Sebab, cinta kasih keluarga terasa tulus melebihi apapun. Keluarga adalah oase perlindungan dalam menjelajahi badai kehidupan yang fana ini. Era disrupsi seperti sekarang ini, makin menegaskan peran penting keluarga. Keluarga adalah tempat yang nyaman dan damai dalam memarkir penat akibat beban materi yang begitu banal mencengkram, tak berkesudahan. Maka itu begitu penting “sesungguhnya” meluangkan waktu untuk selalu membersamainya. 
        Maka itu, rawatlah ia (keluarga) dengan dengan cinta dan kasih sayang, jangan biarkan ia kering kerontang dengan nilai-nilai sakral itu. Keluarga yang dibangun dengan nilai-nilai cinta dan kasih sayang serta nilai-nilai kemanusian yang adi luhung akan menghasilkan pribadi-pribadi yang dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang yang adi luhung pula. Percayalah, bahwa keluarga adalah komponen terpenting yang diperlukan manusia untuk membangun peradaban yang lebih baik. Maka hadirkan dalam keluarga karakter nilai yang baik agar menjadi bagian membangun karakter anak bangsa ini yang lebih pula. Hukum keteladanan (role modeling) adalah hukum yang universal, artinya bila kita hadir dengan cinta dan penuh integritas, maka keluarga dalam hal ini anak-anak akan meneladaninya, dengan sikap dan perilaku yang sama, penuh cinta dan integritas.
        Akhir kalam, keluarga adalah tempat di mana kehidupan dimulai dan cinta yang tak pernah berakhir. Jangan biarkan potret bahagia itu tak bermakna, semai dengan cinta dan kasih sayang selalu. Semoga kita menjadi bagian dari keinginan merawat dan menjaga harmoni keluarga, agar cita-cita hidup mulia, bermanfaat bagi sesama selalu dimulai dari keluarga kita. Dan saya ingin dikenang sebagai laki-laki memiliki keluarga yang baik. Semoga, Tabe....(*)

Penulis, adalah Dosen Universitas Alkhairat Palu Sulawesi Tengah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka