Goresan pena : CINDOLO NA TAPE



Cinta itu adalah cindolo na tape....... candaan di kampung saya. Dan saya juga tidak tahu siapa yang menemukan plesetan itu. Namun keterpaduan cendol dengan tape memang terasakan sensasinya. Makanya menu ini menjadi buruan bagi penikmat jajanan tradisional.
Sehingga ketika kita bicara cinta, setidaknya plesetan cindolo na tape tersebut mengisyaratkan bila penting adanya keterpaduan dan keserasian dalam mengharmonisasi kebersamaan menikmati rasa. Karena ketika tidak menyatu, rasapun jadi berubah. Bahkan perpisahan bisa berakibat pada hilangnya rasa.
Satire itu juga mengingatkan kalau cinta tidak pernah berdiri sendiri. Selalu perlunya ada umpan balik berupa respon positif. Saling memberi arti dengan nilai rasa memiliki dan rasa percaya sebagai wujud kasih sayang yang terjaga kesetiaan.
Karena tanpa kesetiaan apalah artinya cinta. Dan tanpa cinta kebersamaanpun jadi sunyi. Sedangkan kesunyian adalah pertanda kegagalan menghadirkan rasa.
Selanjutnya terserah anda.....dan silahkan menikmati suguhan cindolo na tape khas Bugis.......di kampung saya....... apalagi menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 H.

By Andi Damis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka