Goresan pena : KALI SIDENRENG DAN SUKSESI SIDRAP MENDATANG
Refleksi Memperingati Haul Anregurutta K.H.Abdul Muin Yusuf (Ke-18)
Dalam suatu kesempatan menemui Anregurutta K.H.Abd.Muin Yusuf atau akrab disapa Kali Sidenreng di kompleks Ponpes Al-Urwatul Wutsqaa dimana beliau lebih banyak menghabiskan waktunya, pada saat itu menjelang Suksesi Bupati Sidrap episode terakhir pemilihannya dilakukan oleh anggota DPRD Sidrap, saya menanyakan kepada beliau tentang kriteria kepemimpinan Sidrap yang layak atau pantas.
Anregurutta K.H.Abd.Muin Yusuf atau saya menyapanya P.Tommeng, memberikan saya jawaban sebegitu sederhananya namun mempunyai makna yang amat luas, katanya; "Nigi-Nigi komelomoi mappedeceng ".
Hanya itu jawabannya, lalu beliaupun mengingatkan bahwa kepemimpinanan itu adalah anugerah sekaligus amanah dari Tuhan.
Saya kemudian mencoba memahami kalimat jawaban Anregurutta tersebut dengan mencari tahu arti dari ke tiga kata yang terangkai dan mendukung pesan tersebut, yaitu, kata "Nigi-nigi", dan "komelomoi", serta "mappedeceng".
Adapun kata 'nigi-nigi", berdasarkan pengetahuan saya yang amat terbatas khususnya untuk perbendaharaan bahasa Bugis terlebih bahasa lontara, bermakna siapa saja (berlaku sifat keumuman) tanpa melihat status sosial dan predikat yang melekat pada orang itu. Sekaligus pemaknaan ini menunjukkan sikap arif Anregurutta yang secara demokratis memberikan paluang yang sama kepada semua orang, tanpa terkecuali dan membeda-bedakannya.
Kemudian kata "komelomoi", menurut memahaman saya menunjuk pada makna adanya niat baik, sebagai kunci utama dari setiap maksud dan perbuatan. Sehingga berdasarkan niat baik itu, akan terpatri pada dirinya kesungguhan atau tekad yang memproyeksikan program kerja atau kegiatan yang akan dilakukannya semata-mata untuk kebaikan, yang tentu peruntukkannya demi kesejahteraan orang banyak dan perkembangan daerah. Lalu tak kalah penting dari perbuatan baik itu adalah pengharapan semoga kesemua perbuatannya dapat bernilai ibadah sebagai wujud kekhalifahannya di muka bumi, karena menyadari sepenuhnya tujuan penciptaannya tak lain untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah SWT.
Selanjutnya kata "Mappedeceng" menurut hemat saya bermakna berbuat baik dengan sifat kata kerja yang menjadi proses dan hasil perbuatannya. Dimana perbuatan baik ini, sudah tentu berkondisi pada kebijakan yang diambilnya dan program pembangunan serta realisasi pembangunan ditinjau dari sisi pemanfaatannya untuk orang banyak.
Sehingga Mappedeceng sejatinya berkonotasi pada sikap positif atau mulia dengan senantiasa mengedepankan etika dan moralitas. Termasuk dalam fungsi mengayomi masyarakat akan nampak jelas keberpihakannya pada segala bentuk kegiatan yang bernilai kebaikan terutama aktifitas keagamaan, dan berusaha mencegah dan menjauhkan aktifitas yang merusak kehidupan bermasyarakat, termasuk yang bisa mencoreng nama baik pemerintahan dari berbagai bentuknya.
Oleh karena itu menghadapi Pilkada Sidrap kedepan, menjadi penting mengaktualisasikan kembali pesan Anregurutta Kali Sidenreng, dalam upaya mengevaluasi dan menyeleksi balon bupati dan wakil bupati nantinya. Agar kepemimpinan Bumi Nene'Mallomo pada periode mendatang, dapat betul-betul yang berpihak pada rakyat, berlaku adil dan mengayomi serta terbebas dari tindakan spekulatif dan dominasi kelompok. (*)
By Andi Damis
Komentar
Posting Komentar