Puisi : MENEMBUS PAGI



Tak sadar menembus pagi bersama cerita malam yang tidak bertepi.
Karena kenangan cinta selalu saja mewangi, walaupun masa lalu telah lama pergi.
Namun melupakan diri sendiri, akan membuat hati jadi merugi.

Tak sengaja menembus pagi, seketika embun membelai bumi.
Karena goresan pena tak juga kunjung usai, sedang memori kasihmu selalu saja melekat di hati.
Sehingga pengembarapun hanya bisa pasrah melangkah tak pasti.

Tak perlu menembus pagi, hanya untuk melukis rindu yang sepi.
Karena mentari tak peduli bisikan angin sepoi, walaupun memberi kabar memuji.
Lebih indah merawat sisa hari-hari, agar dapat menjadi penyelamat diri.

Rappang, 20 Agustus 2022
By Andi Damis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka