Goresan pena : TRAGEDI KANJURUHAN



     Tragedi Kanjuruhan sungguh membuat hati kita terenyuh. Dan doa terbaik mengiring "kepergian" para korban meninggal akibat musibah yang terjadi usai pertandingan antara Arema FC dengan Persebaya, Sabtu malam (1 Oktober 2022) di Stadion Kanjuruhan tersebut.
     Selanjutnya duka yang menyelimuti persepakbolaan Indonesia ini sudah tentu diharapkan dapat mengetuk hati semua pihak, khususnya yang terkait dengan penyelenggaraan persepakbolaan di Indonesia, untuk kedepannya dapat menampilkan performa pertandingan antar klub yang lebih sejuk dan menghibur.
     Bahwa persepakbolaan Indonesia dalam skala nasional saat ini yang mengalami perkembangan, sudah tentu sangat menggembirakan dan membanggakan kita semua. Dan sejatinya dengan kemajuan yang cukup signifikan itu menjadi dorongan untuk semakin mampu menggiatkan persepakbolaan di tanah air dengan senantiasa mengedukasi guna mengedepankan sportifitas sebagai ajaran utama dalam menampilkan permainan sepakbola yang enak ditonton.
     Oleh karenanya rasa keprihatinan kita yang mendalam atas tragedi yang menimpah persepakbolaan Indonesia di Malang, diharapkan tidak mengurangi perhatian positif dunia terhadap persepakbolaan di Indonesia yang kian menanjak saat ini, utamanya dari pihak FIFA dalam menanggapi insiden di Stadion Kanjuruhan.
     Sehingga kedepannya sungguh sangat diharapkan adanya penataan dan pengelolaan pertandingan sepakbola agar lebih profesional dan kondusif dengan fanatisme yang elegan serta menjunjung sportifitas dalam jalinan silaturrahim yang lebih erat sebagai sesama anak bangsa. Terutama agar dapat membudayakan sifat sportif yang ditunjukkan dengan sikap tidak saja siap untuk menang namun yang lebih pokok adalah sikap untuk siap kalah. 
     Karena dimana-mana kekalahan memang selalu menyedihkan, namun menerimanya secara legowo dan dapat menahan diri demi persatuan dan persaudaraan sungguh menjadi sikap pengendalian diri yang sangat mulia dan bijaksana. (*)
(By Andi Damis)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka