Goresan pena : DUAMI KUALA SAPPO



DUAMI KUALA SAPPO

Duami kuala sappo, unganna panasaE na belo-belo kanuku artinya ada dua sifat yang dapat memagari diri dalam melakoni pergaulan hidup sehari-hari yaitu kejujuran dan kebersihan atau kesucian.
Leluhur orang Bugis mempersonfikasi daun pacar yang digunakan sebagai penghias kuku bagi perempuan pada tradisi malam "mappacci" dengan simbol membersihkan diri sebagai pemaknaan pentingnya menjaga kebersihan, tidak saja secara lahiriah berupa fisik atau kebersihan tubuh, melainkan terutama secara rohaniah berupa batin atau kebersihan hati.
Begitupula mempersonfikasi bunga pohon nangka yang berbentuk lurus dengan simbol "melempu" atau sebagai pemaknaan sifat jujur atau menjaga diri agar senantiasa berkata baik dan benar sehingga dapat dipercaya oleh orang lain.
Sehingga dengan memelihara diri agar senantiasa berprasangka baik dan lapang dada serta selalu bertutur kata yang baik dan benar itu artinya telah memagari diri atau leluhur menyebutnya "sappo" dari perbuatan tercelah seperti iri hati dan dengki serta buruk sangka dan berdusta.
Memagari diri artinya berusaha untuk tidak melakukan keburukan kepada orang lain dan menghindari agar orang lainpun tidak berbuat buruk kepadanya. Dalam hal ini pengaruh internal yang bersumber dari dirinya senantiasa terkendali keramahtamahan disebabkan bersihnya hati dan berlaku jujur pada dirinya dan pengaruh eksternal yang berasal dari orang lain senantiasa tertuntun rasa simpatik dikarenakan prasangka baik dan jujur pada semua orang. Sehingga selamatlah dirinya dari impresi cerita miring dan efek pergaulan yang buruk.
Begitu tinggi nilai-nilai peradaban leluhur kita dalam menyikapi kehidupan bermasyarakat, dengan senantiasa mengedepankan sifat sipakatau dan sipakalebbi serta sipammase-mase yang bersumber dari terpeliharanya dalam diri sifat berprasangka baik melalui hati yang bersih dan berlaku jujur pada setiap keadaan.(*)
By Andi Damis

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka