Refleksi : HISTORY SINGKAT KERUKUNAN KELUARGA ARUNGNGE LADANTO (KEKAL)
HISTORI SINGKAT TERBENTUKNYA KERUKUNAN KELUARGA ARUNGNGE LADANTO (KEKAL)
Pertama-tama saya ingin menyampaikan, tabe idi maneng sininna anak appona Arungnge Ladanto millau dampengnga maraja risese alebbiretta maneng nasaba ekkaku kasi rampe-rampeakki carita riolota maneng rigau ekkana nassabari elona tau punnae sara meloi missengngi carita pammulanna ripatarakkana iyewe assiwolong polongngengngewe naritellana Kerukunan Keluarga Arungnge Ladanto, iyana mancajiye siddi orrong adddeppu-addepungenna wijanna Arungnge Ladanto sibawa iyamenna sumpunglolona. Mamuarei ekkaitu mancaji sulo matajang ri adecengetta maneng ri wettu-wettu mangoloe nasaba napabbarakkana Puang Allah Taala.
Pemukulan gong menandai pengresmian terbentuknya Kekal oleh Bupati Sidrap Petta Ranggong
pada Hari Minggu Tanggal 14 Mei 2006
Jadi saya memohon maaf dan memohon izin mewakili para pendiri mengabarkan secara singkat dan apa adanya histori atau cerita terbentuknya Kerukunan Keluarga Arungnge Ladanto sesuai dengan permintaan pihak Panitia Pelaksana Pertemuan Besar Ke-2 Kekal yang akan dilaksanakan Pada Hari Sabtu Tanggal 10 Desember 2022 di Sport Center Rappang.
Adapun yang melatarbelakangi terbentuknya Kerukunan Keluarga Arungnge Ladanto yang disingkat Kekal ini, amat terkait dengan kedatangan Bapak H.M.Yusuf Paddong atau P.Usu dari Palu-Sulawesi Tengah untuk maksud mengikuti suksesi Sidrap Tahun 2003 yang pada saat itu pemilihan Bupati Sidrap masih diselenggarakan secara proporsional tertutup atau dipilih oleh anggota DPRD.
Dimana sambutan atas kedatangan Bapak H.M.Yusuf Paddong yang dimotori H.Andi Dari (P.Dari), H.Andi Mustamir (P.Mire), P.Rahim, P.Abu, P.Ciwang dan lainnya dengan melakukan penggalangan kesegenap lini wijanna Arungnge Ladanto, sungguh luar biasa. Hal itu dibuktikan dengan begitu banyaknya keluarga yang berkumpul di Bulo Wattang saat dilakukan acara silaturahmi untuk memberikan dukungan.
Namun karena obsesi politik itu tidak terakomodir, sehingga mengakibatkan terjadinya keresahan, kerisauan dan kekecewaan dikalangan keluarga pendukung yang sebagian besar adalah wijanna Arungnge Ladanto.
Beruntung kerisauan ini tidak membuat barisan para pendukung tersebut patah arang atau menyerah, bahkan mereka menganggap bila "pertarungan" baru dimulai. Dan saya pada waktu itu tetap aktif melakukan komunikasi khususnya kepada motor penggerak pedukung, terutama kepada P.Dari, P.Mire, P.Abu, P.Ciwang, P.Rahim dan beberapa lainnya, hingga suatu ketika di penghujun Tahun 2005 dalam suatu kesempatan berkumpul di rumah saya di Jalan Bambu Runcing Rappang, kepada mereka saya menyarankan untuk sebaiknya mengorganisir keluarga yang begitu besar dan punya kesetiaan untuk dipersatukan dalam bentuk perhimpunan secara resmi.
Alhasil saran saya disambut hangat dan antusias, bahkan dengan bersemangat mereka mengharapkan mensegerakan pembentukan perhimpunan tersebut dengan alasan dan pertimbangan saat itu bahwa lebih mudah berkoordinasi disebabkan sebelumnya sudah dilakukan penggalangan dan pertemuan dalam rangka mendukung P.Usu. Namun saran saya tersebut beresiko juga, karena saya yang diberi tugas untuk mengerjakan semua fasilitas konseptual administratif, seperti pemberian nama berikut pemaknaannya, pembuatan logo dengan kandungan artinya, pembuatan AD/ART, pembuatan Stempel, hingga design undangan dalam rangka penyelenggaraan Pertemuan Besar di Bulo Wattang. Sedangkan penetapan waktu dan tempat serta perlengkapan pendukung acara seperti akomodasi, konsumsi dan operasionalisasi dimobilisasi para motor penggerak tersebut (P.Dari, P.Mire, P.Abu, P.Ciwan, P.Rahim dan beberapa lainnya).
Selanjutnya perlu diutarakan bahwa pada mulanya atau awalnya ada kesepakatan jikalau kerukunan ini diberi nama Kerukunan Keluarga Andi Cammi dengan alasan bahwa nama Andi Cammi begitu harum dan terkenal karena perjuangannya dalam rangka membela Proklamasi Kemerdekaan RI dengan Barisan Laskar Ganggawa yang dipimpinnya.
Namun saya memberi pertimbangan kepada mereka jikalu sosok Andi Cammi telah menjadi milik masyarakat, bahkan menjadi nafas kehidupan pemerintahan tidak hanya Sidrap tapi juga Sulawesi Selatan bahkan Indonesia. Jangan sampai kita mengecilkan nilai dari kebesaran nama Andi Cammi disebabkan perhimpunan yang kita buat. Dalam artian jangan sampai memunculkan apriori terhadap keberadaan Andi Cammi hanya karena kerukunan keluarga yang kita bentuk. Jadi saya sarankan untuk menggunakan nama Arungnge Ladanto dengan pertimbangan secara psikologis genetik akan meliputi nantinya keseluruhan wijanna Arungnge Ladanto. Mengingat nama Arungnge Ladanto cukup kesohor dan melagenda karena keberaniannya serta turut pula berjuang melawan penjajahan semasa pemerintahan Addatuang Sidenreng merangkap selaku Arung Rappang Lasadapotto yang juga adalah sepupu dan iparnya sendiri (Pernaisuri Addituatta Lasadapotto bernama Arungnge Sikati adalah saudara kandung Arungnge Ladanto bersama satu orang lagi saudaranya bernama Arungnge Lakallado), yang pada saat itu panglima perangnya adalah Arungnge Lanoni atau sepupunya Arungnge Ladanto dalam Tahun 1905..
Alhamdulillah saran saya ini diterima dengan senang hati, maka disepakatilah institusi keluarga ini disebut Kerukunan Keluarga Arungnge Ladanto yang diberi nama singkatan KEKAL yang dimaknai pada waktu itu sebagai keabadian nama karena adanya kenangan yang tak terlupakan atau dalam bahasa disebut passengereng atau jasa-jasa yang begitu besar diperbuat atau diwariskannya kepada anak-cucunya. Sebagaimana Arungnge Ladanto selalu dikenang karena keberaniannya dan berpantang menyerah, lalu kemudian keberanian itu pula yang diwarisi para anak-cucunya, diantaranya yang tertuliskan dengan tinta emas dalam sejarah perjuangan bangsa yakni Andi Cammi dan Andi Nohong atau yang dikenang karena perjuangannya membela kemerdekaan di Kabupaten Sidrap pada khususnya begitupula di wilayah Ajatappareng. Termasuk seorang anak kandung Arungnge Ladanto yang bernama Andi Sara dan seorang lagi cucunya bernama Andi Haseng, dan sudah tentu masih ada lagi anak-cucu Arungnge Ladanto seperti Andi Ponreng Coe dan lainnya yang menjadi bagian dari perjuangan dan korban dalam membela kemerdekaan, walaupun boleh jadi tidak tercatat dalam sejarah perjuangan daerah.
Singkat cerita semua persiapan pembentukan perhimpunan keluarga ini bisa dirampungkan dengan sebaik-baiknya pada bulan maret 2006 termasuk telah melakukan siara ke makam Arungnge Ladanto di Waru-waruE sambil melakukan pembersihan dan pengecatan, serta melakoni kunjungan silaturrahim kepada para sesepuh atau cucu langsung Arungnge Ladanto yang masih hidup saat itu yang berdiam dibeberapa tempat guna meminta doa restu. Selanjutnya menuju persiapan penyelenggaraan Acara Pertemuan Besar guna meresmikan Kerukunan Keluarga Arungnge Ladanto.
Maka ditetapkanlah waktu pelaksanaan PERTEMUAN BESAR I yang dilangsungkan pada hari Minggu Tanggal 14 Mei 2006 di Bulo Wattang dalam suatu acara akbar semi adat yang dihadiri sejumlah besar anak-cucu Arungnge Ladanto yang berdatangan dari berbagai tempat, tidak hanya dari dalam wilayah Kabupaten Sidrap tapi juga dari daerah lain bahkan dari luar Pulau Sulawesi dengan memadati tenda yang sudah dipersiapkan sangat luas oleh pihak penyelenggara. Dan acara monumental ini dihadiri langsung Bupati Sidrap H.Andi Ranggong (Petta Ranggong) yang berkenan memberikan sambutan dan mengukuhkan secara resmi terbentuknya Kerukunan Keluarga Arungnge Ladanto.
Selanjutnya tanggal pengukuhan ini atau 14 Mei 2006 disepakati sebagai tanggal berdirinya atau lahrnya organisasi kemasyarakatan yang disingkat KEKAL ini.
Perlu disampaikan bahwa istilah "PERTEMUAN BESAR" sengaja dipilih guna memberikan identitas secara khusus untuk menyebut forum tertinggi bagi organisasi ini kedepannya yang digelar secara periodik sebagaimana layaknya oganisasi resmi dan modern serta disejajarkan dengan Musyawarah Nasional (Munas), Konprensi, Muktamar dsb, yang peruntukannya guna membahas tentang pergantian personil kepengurusan begitupulah peninjauan AD/ART sebagai haluan organisasi beserta rekomendasi umum. Sehingga kedepannya akan terbentuk tingkatan kepengurusan Kekal dari Tingkat Pusat sampai Tingkat Cabang.
Oleh karena itu PERTEMUAN BESAR Ke-2 ini sejatinya dipahami dan disikapi sebagai forum tertinggi untuk melegitimasikan kepengurusan yang terbentuk nantinya sebagai hasil dari Rapat Formatur yang terpilih secara demokratis.
Selanjutnya sebagai
institusi kekeluargaan berbentuk keormasan, sejak berdirinya Tahun 2006 telah diperlengkapi dengan haluan
organisasi yaitu AD/ART dengan Dasar; Pancasila, dan Tujuan; menjadi wadah berhimpun
segenap keturunan dan kerabat Arungnge Ladanto guna menata kebersamaan dalam
jalinan persaudaraan dan persatuan untuk meraih hari esok lebih baik. Oleh
karena itu Kekal mempunyai Visi; terjalinnya hubungan kekeluargaan yang senada
sipatuo, sipammase-mase, siampea, sipatiroangeng deceng dalam menata
kebersamaan yang harmonis. Adapun Misi yang diembannya adalah; 1.Menjaga dan
memelihara silaturrahim, 2.Memupuk persatuan, 3.Merawat kepedulian, dan
4.Memajukan kerukunan (Kekal). Termasuk adanya logo beserta makna atau artinya serta bendera yang telah dibuat sebagai simbol atau panji-panji organisasi.
Akhirnya, semoga cerita singkat ini memberikan pencerahan diiringi ucapan Selamat dan Sukses Pertemuan Besar Ke-2 KEKAL.Semoga Berjaya Kedepannya. (*)
Salam santun Andi Damis Dadda
Luar biasa petta...a
BalasHapusIye, terima kasih dukunganta.
Hapus