Refleksi : KARYA SASTRA YANG BAGUS



Esai Sastra

KARYA SASTRA YANG BAGUS IBARAT PENJUAL JAGUNG MELAMBAI-LAMBAIKAN TANGAN DI TAKALAR

Oleh Mahrus Andis

   Lewat di Takalar, pusat kios jagung rebus, tentu sering kita alami. Namun, adakah di antara kita yang pernah tertarik untuk singgah menikmati jagung rebus yang dijual itu? Jika "ya" maka pertanyaan berikutnya, apa yang membuat kita tertarik untuk singgah? Salah satunya ialah lambaian tangan wanita-wanita muda yang menawarkan "senyum manis" di depan kios mereka. 
      Maaf, konsentrasi dahulu pada diksi ini. Senyum manis itu, tanda petik. Sebuah frasa semiosis yang secara hermeneutik melukiskan eksistensialitas "tawaran" yang nikmat.
       Karya sastra yang menarik (baca; puisi, cerpen, novel dan esai) ibarat jagung rebus yang bagus. Daya tarik (lambaian tangan) adalah struktur karya; estetika. Sedang rasa bagus (senyum manis) ialah isinya; semiotika (baca: sintaksis, semantik dan pragmatis).
      Karena itu, untuk menulis puisi, cerpen, novel atau pun esai sastra yang bagus; hadirlah sebagai sosok wanita muda di tepi jalan. Kerahkan segenap potensi (struktur dan isi kedirian); teruslah melambaikan tangan seraya tersenyum manis ke seluruh orang yang lewat. Janganlah membuat orang lewat "berlalu", tanpa, minimal menoleh atau pun menghirup aroma jagung rebus dari kios itu.

-Mks, 21 Jan. 2020-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka