Akdemia : MENYELAMATKAN DANAU TEMPE
Assalamu Alaikum Wr Wb
Selamat Pagi,
Salam sehat dari Pesisir Danau Tempe Kabupaten Wajo.
Danau ini dulu dikenal sebagai “Mangkuk Ikannya” Indonesia. Beberapa jenis ikan endemik dan ikan lokal menjadi andalan utk memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan hanya sulsel, apalagi Wajo saja, tetapi diberbagai propinsi.
Juga dikenal sebagai habitat berbagai jenis burung, baik burung lokal, endemik maupun burung yg migrasi, yg menjadikannya tempat transit.
dari sini pula lahir beberapa karya seni berupa lagu, diantaranya adalah “Bulu Alauna Tempe”.
Tapi itu ”Riwayatmu Dulu”.
Kini, kejayaan itu tidak terlihat lagi, beberapa jenis ikan sudah sulit ditemukan, ukurannya semakin mengecil, bahkan ada yg dianggap sudah “punah”.
Karena “Masa Lalu” yg baik, maka banyak pihak tertantang dan tergugah utk menyelamatkannya, baik dengan pendekatan ekosistem maupun biologi.
Lembaga Internasional seperti JICA telah banyak melakukan Studi dan memberi rekomendasi.
Begitu pula dengan Lembaga dalam negeri.
akan tetapi, masih dianggap kurang.
Pemerintah Pusat juga sdh memasukkan Danau Tempe sebagai salah satu danau prioritas utk diselamatkan.
Tingkat penurunan/kerusakan ternyata lebih cepat dibanding dengan upaya perbaikan yg dilakukan.
Masalah utama saat ini adalah pendangkalan, pencemaran, perubahan komposisi jenis ikan, dominannya ilan invasif, tata ruang yg tidak rapi, illegal fishing dll.
Ide-ide rasional sampai ide “gila” sudah banyak, dan tentu saja kita harapkan terus lahir ide-ide yg terbaik utk menyelamatkan Danau Tempe.
pendekatan penyelamatan tentu tidak bisa dengan pendekatan administratif, tapi harus dengan pendekatan ekosistem, begitu pula dengan aksi yg dilakukan, tidak boleh secara sektoral, tapi harus terpadu secara vertikal dan horizontal.
Peran masyarakat tentu juga sangat penting.
Wassalam
Sengkang, 11 Feb 2023
Komentar
Posting Komentar