Refleksi : MENJADI DIRI SENDIRI




 Takut gagal adalah gagal yang sejati, dan takut mati adalah mati sebelum mati. Kata bijak ini dipersembahkan Buya Hamka. Untuk kita renungkan. Memaknai ketakutan pada kegagalan sebagai suatu hambatan untuk melakukan sesuatu. Padahal boleh jadi bila mencoba mengerjakan sesuatu itu, membuahkan hasil. Tapi pikiran memang selalu menawarkan pilihan-pilihan, yang mengantarkan kita pada keraguan atau kecemasan, sehingga membiarkan pilihan itu berlalu. Bayangan kegagalan acapkali mendera semangat kita, bahkan membelenggu jiwa kita, sehingga memang tak kuasa berbuat. Ketakkuasaan inilah mungkin yang disebut kegagalan sejati.
 Ole karena itu Buya Hamka menasehati kita, agar jangan pernah takut gagal, karena orang yang tidak pernah gagal hanyal orang orang yang tidak pernah melangkah. Padahal begitu banyak kesempatan sebanyak peluang yang tersedia. Setiap pilihan memang punya resiko masing-masing, tapi bukan menjadi alasan untuk tidak mencoba melangkah. Dibutuhkan tekad untuk segera melangkah, tanpa perlu terllalu menginginkan keberhasilan mencapai tujuan. Karena urusan kita adalah berusaha. Berikhtiar semampunya. Lalu Bertawaqqal, sambil berdoa supaya langkah itu berhasil mencapai tujuan.
 “Tugas ita, kata Buya Hamka, bukanlah untuk berhasil, tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan kesempatan berhasil”. 
 Tidak masalah anda melangkah lebi] lambat, yang penting tidak pernah berpikir untuk kembali mundur kebelakang. Karena itu berarti anda tidak percaya pada tujuan anda sendiri. Maka terus sajalah melangkah, menuju titik yang ingin dicapai, walaupun boleh jadi tidak sedikit rintangan yang menghadang. Tidak perlu hirau apa kata mereka, sebab mereka tidak tahu sebelumnya untuk apa anda melangkah.
 Menjadi diri sendiri dalam melangkah adalah kata kunci dari kepercayaan diri. Karena yang memahami diri kita adalah kita sendiri. Demikian halnya tujuan yang ingin dicapai dari melangkah tersebut, seharusnya menjadi pilihan kita sendiri. Disebabkan bila itu hanya pilihan orang lain, membuat sebagian kehendak kita mencapai tujuan tersebut tersita oleh bayang-bayang mereka. 
 Kehidupan itu akan lebih baik kalau bisa hidup dengan cara dan pilihan sendiri, bukan dengan cara apa yang dikatakan mereka. Karena mereka memang tidak pernah tahu diri kita. 
 Diperlukan sikap percaya diri dalam menatap hari esok. Keyakinan yang menyemangati langkah kita, bahwa tidak ada yang sia-sia, selain tidak pernah melangkah. Paddiolowi nia madecengnge ritemmaddupana iyamanenna gau’e. Maka mulailah melangkah dengan niat baik, agar dapat berhasil mencapai tujuan dengan baik pula. Berbuat baiklah sebisa dan semampunya pada saat kesempatan masih ada. Karena tidak penting siapa kita, melainkan bagaimana kita???
 Tidak perlu menjadi serba bisa dalam menjalani kehidupan ini, cukup menekuni satu bidang saja yang anda sukai dan menjadi hebatlah dengan bidang piliahan anda tersebut. Tapi kalau anda bisa serba bisa, maka tentu anda luar biasa hebat.
 Tapi kita memang harus tetap melangkah dan berjuang terus-menerus untuk mencapai kesempurnaan yang paling mulia dan tujuan yang paling luhur, karena rahasia keberhasilan dan kebahagiaan hanya terletak pada cara berpikir yang benar. 
Resopa Temmangingngi Malomo Naletei Pammase Dewata. Hanya dengan bekerja keras yang tak mengenal lelah, akan mudah memperoleh rahmat keberhasilan dari Yang Maha Kuasa.
Akhirnya, yang paling utama, tetaplah menjadi diri sendiri. (By Andi Damis)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goresan pena : LAPANGAN ANDI CAMMI RAPPANG KINI BUTUH PERHATIAN

Historis : Lapatau Matanna Tikka