Testimoni buku : BERGURU DI GONTOR
Dari Dr.Fadli Andi Natsif, S.H., M.H.
Lahir dari tokoh pejuang plus tokoh agama sehingga darah dari aktifitas kesehariannya mewarisi sang Ayah, seorang veteran pejuang pembela kemerdekaan indonesia. Begitu pun sang Ibu yg pernah mengikuti latihan militer selaku anggota korps wanita pejuang.
Harapan orang tua tentang seorang anak yg dilahirkan dan didambakan sudah diwujudkan oleh sosok yg dinarasikan dalam buku Berguru di Gontor Refleksi Biografi Galib Mas'ud, SH. Mengabdi di Hutan Salulebbo.
Meskipun tampilan keseharian Kak Galib sangat sederhana dan humble – rendah hati (demikian panggilan akrab kami ketika sama² di Fakultas Hukum dan HMI. Seorang senior tetapi rasa teman krn familiar dan peduli terhadap kami yg adik angkatannya), tidak sesuai puncak keinginan orang tuanya. Kelak anaknya menjadi ulama besar mengikuti jejak ulama besar lainnya yg berasal dari Rappang, semisal: K.H. Ali Yafi, Prof. Quraish Shihab, Prof. Qasim Mathar. Tapi bagi saya Kak Galib sudah sangat selevel dgn sosok ulama besar itu.
Narasi dalam buku ini sdh benderang mengurai bagaimana perjuangan Kak Galib yg hanya berguru lima tahun di Gontor (tidak sempat selesai). Kemudian menjadi aktivis HMI yg bergelut dalam bidang intelektual, keislaman dan keumatan serta kebangsaan. Belum lagi lika liku perjuangannya untuk memiliki dan membina pesantren. Bahkan dikisahkan perjuangannya melawan sakit yg selalu menghantui ajal menjemput. Tetapi dgn semangat dan pertolongan Allah Kak Galib mampu melewati kiris itu. Kemudian menunaikan nazar nya untuk mengabdikan dan mewakafkan dirinya untuk membangun umat.
Capaian sebagai wujud nazar nya ini sebenarnya hanya ingin meneguhkan eksistensinya yang memang dari sejak dulu dilakoninya. Tidak perlu menanti gelar Kyai atau Ulama Besar sesuai harapan orang tua, tetapi aktifitas kesehariannya saat ini dan seterusnya selalu di orientasi kan untuk kepentingan umat. Mungkin banyak orang bergelar Kyai atau Ulama tetapi tdk pernah merasakan perjuangan membangun pesantren. Tetapi sosok yg namanya Galib Mas'ud sudah membuktikan perjuangan dan hasilnya dengan berdirinya Pesantren Husnayain Salulebbo Mamuju Tengah pada tanggal 12 Agustus 1999. Obsesi nya pesantren ini terus berkomitmen “menggosok intan”. Mengutamakan kualitas yang tdk hanya menguasai pengetahuan agama akan tetapi juga menguasai ilmu lain yang bermanfaat.
Selamat Kak Galib, buku ini akan menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus bisa bermanfaat demi kepentingan umat dan bangsa. Insya Allah orang tua di “alam sana” merasa bangga menyaksikan anaknya sudah menjadi “Kyai dan Ulama” krn telah ilkhas dan tulus mengabdikan dirinya untuk kepentingan umat. 🙏
#warkopsitujusamata
Komentar
Posting Komentar