Raja Bone ke-16, La Patau Matanna Tikka Sultan Alimuddin Idris (1696-1714). Raja Bone XVI Puatta Mangkau’E La Patau Matanna Tikka Sultan Alimuddin Idris (1696-1714). – Sumber: Muhammad Makmur Muhammad di Facebook Dalam Lontaraq Akkarungeng ri Bone disebutkan bahwa Arung Palakka sebelum meninggal telah mewariskan takhta Bone kepada kemenakannya, La Patau Matanna Tikka, putra pasangan La Pakkoko Arung Timurung dengan We Mappolobombang Maddanreng Palakka. Pewarisan takhta itu dipersaksikan kepada seluruh orang Bone, Hadat Bone dan Lili Passeyajingeng Bone. “Dengarkanlah wahai seluruh orang Bone dan juga seluruh daerah passeyajingeng Tanah Bone, termasuk passeyajingeng keturunan MappajungE. Besok atau lusa datang panggilan Allah kepadaku, hanyalah kemanakan saya yang dua bisa mewarisi milikku. Yang saya tidak berikan adalah harta yang masih dimiliki oleh isteriku I Mangkawani Daeng Talele. Sebab saya dengan isteriku I Mangkawani Daeng Talele tidak memiliki keturunan. Adapun kemanaka...
Oleh Andi Damis Dadda Menulis sejarah artinya menuturkan peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau. Peristiwa itu tentunya menjadi akibat dari perbuatan manusia pada suatu waktu dan pada suatu tempat. Selanjutnya sejarah juga dimaksudkan sebagai cerita tentang kejadian yang pernah dilakukan manusia disuatu masa yang telah berlalu dan berbias pada masa sekarang serta berdaya pantul untuk masa akan datang. Antara waktu lalu dan waktu sekarang serta waktu yang akan datang, merupakan suatu rangkaian kejadian yang tak dapat dipisahkan. Sehingga sejarahpun menjadi peristiwa yang terjadi disuatu waktu dan diperhubungkan dengan waktu-waktu sesudahnya, sebagaimana pertalian hubungan generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, Mattulada (1990) menyebutkan, bahwa penyusunan suatu rencana pada masa kini untuk dapat dilaksanakan pada hari esok, tidak mempunyai arti apabila mengabaikan ramuan...
Komentar
Posting Komentar